Bongkar Pagar, Buka Hati: Masjid Ar Royyan Buduran Wujudkan Konsep Ramah Musafir

Bongkar Pagar, Buka Hati: Masjid Ar Royyan Buduran Wujudkan Konsep Ramah Musafir
www.majelistabligh.id -

Takmir Masjid “Ramah Musafir” Masjid Ar Royyan Muhammadiyah Buduran di Sidoarjo, Jawa Timur, melaksanakan pembongkaran pagar depan masjid pada Sabtu (14/2/2026). Langkah ini menjadi bagian dari ikhtiar menghadirkan masjid yang ramah, terbuka, dan memudahkan akses bagi jamaah serta para musafir yang melintas di kawasan Buduran dan sekitarnya.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai respons atas kebutuhan umat akan kemudahan akses masuk ke area masjid, khususnya bagi para pelintas, pendatang, maupun pekerja yang membutuhkan tempat singgah untuk menunaikan ibadah dengan cepat, aman, dan nyaman. Letak masjid yang berada di jalur strategis menjadikannya sering disinggahi musafir dari berbagai daerah.

Ketua Takmir Masjid Ar Royyan, Ridwan Manan, menyampaikan, pembongkaran pagar ini bukan sekadar perubahan fisik bangunan, melainkan wujud komitmen takmir dalam memakmurkan masjid melalui pelayanan yang inklusif dan humanis.

“Masjid harus menjadi ruang yang terbuka, aman, dan nyaman bagi siapa pun. Terutama bagi musafir yang membutuhkan tempat singgah untuk beribadah dan beristirahat,” ujarnya.

Menurutnya, konsep “Masjid Ramah Musafir” tidak hanya dimaknai sebagai akses tanpa sekat, tetapi juga menghadirkan suasana yang menenangkan, tertata, dan memudahkan jamaah dalam beraktivitas. Dengan dibukanya akses depan, diharapkan para musafir dapat lebih mudah melihat, mengenali keberadaan masjid, serta masuk ke area masjid dengan lebih aman dan nyaman tanpa hambatan visual maupun fisik.

Kenyamanan dan Keamanan Tetap Terjaga

Area depan masjid direncanakan akan ditata ulang menjadi lebih terbuka, rapi, dan ramah. Penataan tersebut meliputi perapian halaman, penyediaan ruang parkir yang lebih tertib, pencahayaan yang memadai, serta pemasangan papan informasi yang jelas bagi jamaah dan musafir.

Untuk memastikan keamanan tetap terjaga, takmir juga menyiapkan pos satpam beserta petugas penjaga yang siaga. Kehadiran petugas ini diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus membantu jamaah yang membutuhkan informasi atau bantuan.

“Pembongkaran pagar bukan mengabaikan faktor keamanan jamaah, tapi ini sebagai simbol keinginan kuat takmir untuk menjadikan masjid benar-benar terbuka bagi siapapun yang akan datang atau singgah kapan saja ke rumah Allah,” ujarnya.

Fasilitas Pendukung bagi Musafir

Sebagai bagian dari penguatan konsep ramah musafir, masjid juga berupaya menghadirkan fasilitas pendukung yang memudahkan kebutuhan jamaah. Di antaranya adalah penyediaan area istirahat yang bersih, tempat wudhu dan toilet yang terawat, serta ruang ibadah yang nyaman dengan sirkulasi udara yang baik.

Bagi jamaah yang menginginkan souvenir, atribut Muhammadiyah, serta berbagai kebutuhan dasar jamaah dan musafir, takmir menyiapkan mini mart di halaman sisi selatan masjid. Kehadiran mini mart ini diharapkan dapat menambah kenyamanan, sekaligus menumbuhkan kecintaan jamaah terhadap masjid sebagai pusat aktivitas umat.

Langkah pembongkaran pagar ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Masjid Ar Royyan Muhammadiyah Buduran dalam mewujudkan masjid sebagai pusat ibadah, pelayanan, dan pembinaan umat. Lebih dari itu, masjid diharapkan benar-benar menjadi ruang singgah yang menenangkan, tempat bernaung bagi para musafir, serta simbol keterbukaan Islam yang rahmatan lil ‘alamin. (*/tim)

 

Tinggalkan Balasan

Search