Bulan Syawal, Muhammadiyah Grobogan Gelar Tiga Agenda Akbar

Bulan Syawal, Muhammadiyah Grobogan Gelar Tiga Agenda Akbar
www.majelistabligh.id -

Momentum Syawal 1447 H dimanfaatkan secara maksimal oleh Muhammadiyah Grobogan untuk melakukan konsolidasi besar-besaran. Tidak tanggung-tanggung, tiga agenda strategis digelar secara beruntun sepanjang April 2026, menyasar kader muda hingga struktur pimpinan, sekaligus memperkuat basis gerakan di tingkat akar rumput.

Rangkaian kegiatan diawali pada 5 April 2026 melalui halalbihalal yang dipadukan dengan Darul Arqam bagi Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) di SMA Muhammadiyah Purwodadi. Agenda ini tidak sekadar seremonial, tetapi menjadi ruang penguatan ideologi, kepemimpinan, dan militansi kader muda sebagai tulang punggung masa depan persyarikatan.

Memasuki puncak Syawal, pada Ahad (12/4/2026), Muhammadiyah Grobogan menggelar halalbihalal akbar yang mempertemukan seluruh elemen pimpinan, mulai dari tingkat daerah hingga ranting, beserta organisasi otonom. Kegiatan bertempat di ITB-MG (Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Grobogan), agenda ini menjadi titik temu konsolidasi struktural sekaligus simbol penguatan soliditas gerakan.

Tidak hanya itu, dalam momentum yang sama juga dilaksanakan pelepasan jemaah haji serta pengukuhan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM), yang menegaskan komitmen Muhammadiyah dalam memperluas dakwah hingga level paling bawah. Penguatan ranting dipandang sebagai kunci utama keberlanjutan gerakan dan daya jangkau pelayanan umat.

Rangkaian agenda ini akan ditutup pada 18 April 2026 melalui Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Lembaga Pengembangan Cabang dan Ranting (LPCR) Jawa Tengah di Hotel Grand Master. Forum ini diproyeksikan menjadi ruang strategis dalam merumuskan arah kebijakan penguatan cabang dan ranting di tingkat regional, sekaligus menjawab tantangan dakwah di era modern.

Dengan tiga agenda besar tersebut, Muhammadiyah Grobogan menegaskan bahwa Syawal bukan sekadar tradisi silaturahmi, melainkan momentum konsolidasi, akselerasi kaderisasi, dan penguatan struktur organisasi. Langkah ini sekaligus memperlihatkan peran aktif daerah dalam menopang gerakan Muhammadiyah secara nasional. (agus santosa)

 

 

Tinggalkan Balasan

Search