Momentum bulan suci Ramadan 1447 H menjadi panggung pengabdian nyata bagi Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Sidayu, Kabupaten Gresik. Organisasi otonom Muhammadiyah ini menyelenggarakan dua agenda besar yang dirancang untuk menyentuh sisi kemanusiaan sekaligus memberikan solusi praktis bagi kebutuhan warga, yakni Santunan Yatim dan Khidmat Cukur Gratis, Kamis (12/3/2026)
Ketua PCPM Sidayu Ahmad Fani Alfian menjelaskan, seluruh rangkaian kegiatan ini adalah upaya membumikan Teologi Al-Ma’un. Dakwah Muhammadiyah haruslah berbentuk aksi nyata yang menjawab kegelisahan sosial di sekitarnya.
“Kami tidak ingin Pemuda Muhammadiyah hanya dikenal melalui rapat-rapat formal. Kami ingin dikenal melalui gunting rambut yang merapikan rambut warga, dan melalui tangan-tangan yang merangkul anak yatim. Inilah wajah Islam yang menggembirakan dan mencerahkan,” tegasnya.

Rangkaian kegiatan yang berlangsung dari sore hingga larut malam ini tidak hanya sekadar rutinitas tahunan, melainkan sebuah manifestasi dari semangat Fastabiqul Khairat (berlomba-lomba dalam kebaikan) yang dikemas secara modern dan adaptif.
Melalui program bertajuk “Bersama Kita Bisa Sayangi Anak Yatim” ini, lanjut Fani, pihaknya juga bersinergi dengan elemen ekonomi lokal.
Sesi Sore: Mengetuk Pintu Langit Lewat Senyum Anak Yatim
Gema selawat dan suasana hangat menyambut kehadiran puluhan anak yatim dari berbagai desa di wilayah Kecamatan Sidayu pada pukul 16.00 WIB. Bertempat di area terbuka yang disulap menjadi ruang silaturahmi, PCPM Sidayu memulai agenda pertama: Santunan Anak Yatim.
PCPM Sidayu menggandeng Toko Sepatu & Sandal “Dua Putra” yang berlokasi di Jl. Pahlawan No. 5 Racitengah, Sidayu. Di sana, anak-anak yatim tidak hanya menerima bantuan materiil, tetapi juga diajak merasakan kehangatan keluarga besar Pemuda Muhammadiyah.
Paket santunan yang diberikan meliputi: tali asih (uang tunai), paket bingkisan dan dukungan moril berupa motivasi yang disampaikan oleh para tokoh pemuda agar mereka tetap semangat menuntut ilmu.
“Anak-anak ini adalah aset masa depan bangsa dan agama. Menyayangi mereka bukan hanya anjuran agama, tapi adalah kewajiban moral bagi kita yang diberi kelapangan. Kami ingin mereka tahu bahwa di Sidayu, mereka memiliki kakak-kakak dari Pemuda Muhammadiyah yang siap mendukung langkah mereka,” ujar perwakilan pengurus PCPM Sidayu di hadapan para undangan.
Keunikan gerakan PCPM Sidayu semakin terpancar saat malam hari. Pasca pelaksanaan salat Isya dan Tarawih berjamaah, tepat pada pukul 20.15 WIB, kesibukan luar biasa terlihat di halaman masjid Hayya ‘alasholah. Di bawah sorot lampu yang terang, sebuah “Barbershop Rakyat” dadakan resmi dibuka.
Layanan Cukur Rambut Gratis ini menjadi daya tarik tersendiri. PCPM Sidayu secara khusus mendatangkan tim profesional dari Dukun Rambut dan Identic Barbershop. Kerja sama ini memastikan bahwa meskipun layanan diberikan secara gratis, kualitas potongan rambut tetap mengikuti tren masa kini dan standar kebersihan yang tinggi.
Cukur gratis terbuka mulai dari anak-anak usia SD hingga dewasa dengan model rambut variatif. Warga bebas berkonsultasi mengenai model potongan (undercut, fade, atau klasik) agar tetap tampil rapi dan penuh percaya diri menyambut Idulfitri.
Antrean panjang yang tertib menunjukkan betapa tingginya kebutuhan akan layanan ini, mengingat jasa pangkas rambut biasanya mengalami lonjakan harga dan antrean panjang di penghujung Ramadhan.
Sambil menunggu giliran dicukur, warga juga diajak berdialog santai mengenai program-program kepemudaan, menciptakan ruang diskusi yang inklusif antara organisasi dan masyarakat umum.
Keberhasilan acara ini menjadi catatan emas bagi PCPM Sidayu dalam kalender kegiatan tahun 2026, sekaligus menjadi inspirasi bagi cabang-cabang lain di Kabupaten Gresik untuk terus berinovasi dalam mengabdi kepada umat dan bangsa. (muhammad jamaluddin)
