Cara Cerdas Membawa Harta ke Akhirat

*) Oleh : Ferry Is Mirza DM
www.majelistabligh.id -

Di saat ini untuk memenuhi kebutuhan ekonomi semakin sulit, sehingga kebanyakan manusia tanpa mengenal waktu banyak yang mengejar dunia tanpa ingat mana yang halal dan haram.

Bahkan tidak jarang yang sibuk mengumpulkan harta, padahal semua tidak akan bisa dibawa ke alam kubur.

Namun benarkah harta tidak bisa dibawa ke akhirat?

Jawaban dari pertanyaan tersebut adalah harta kita di dunia ternyata bisa dibawa mati.
Oleh karena itu, kita harus berusaha untuk membawa harta harta kita ke alam kubur atau ke akhirat.

Bahkan para sahabat Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wasallam juga selalu mengatakan aku akan bawa hartaku ke akhirat.

Para sahabat Rasul jika hartanya sedang banyak mereka akan sibuk untuk mengeluarkan di jalan Allah Subhanallahu Wa Ta’ala.

Dan mereka selalu mengatakan saya akan bawa harta saya ke akhirat saya kan bawa ke akhirat.
Semoga kita juga bisa meneladani para sahabat Rasul jika kelak kita punya harta berlebih.

Sering kita dengar kalimat “harta tidak dibawa mati”, tapi jika kita renungi dan kita pikirkan lebih dalam dari dari kisah para sahabat Rasul tersebut , sesungguhnya ada harta yang bisa kita bawa sampai mati, bagaimana bisa ?

Berikut ini apa yang seseorang dapat lakukan dengan harta kekayaan yang lebih agar bisa dibawa ke Alam kubur , antara lain :

1. Melakukan sedekah kepada kaum dhuafa .
2. Mewakafkan tanah dan atau bangunan untuk dijadikan tempat ibadah, sekolahan, madrasah, membuat jalan dan jembatan, sumber air dan menyalurkannya, dan lain lain.
3. Menyantuni anak yatim piatu .
4. Menafkahi janda miskin
5. Mewakafkan Al-Qur’an dan kitab kitab lainnya.

Dan masih banyak lagi amalan yang dapat kita lakukan dengan harta kita, sehingga dengan harta itu akan menjadi bekal pahala bagi kita meskipun kita sudah masuk ke liang lahat atau di alam kubur..

Dari Abu Hurairah ra ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara yaitu : sedekah jariyah , ilmu yang dimanfaatkan, atau doa anak yang saleh”. (HR. Muslim 1631)

Mudah mudahan Allah menjadikan kita semua seorang hamba yang diberi kemudahan dalam melakukan amal jariyah dan menginfakkan harta kita dijalan Allah selagi kita masih diberi waktu untuk bernafas.

Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam mengatakan:

“Hartamu yang sebenarnya adalah harta yang kau sibuk infakkan di jalan Allah, sementara harta yang bukan sebenarnya yang habis untuk makanan, pakaian, jalan-jalan dan lain sebagainya”.

Jika kita meninggal nanti, usahakan harta tidak kita tinggalkan dan tidak usah kita bagi-bagi, namun harus kita bawa ke akhirat dengan disedekah jariyahkan ketika kita masih hidup.

Sedangkan keluarga, rumah, mobil dan tabungan serta lain sebagainya yang kita miliki di dunia ini tak akan bisa kita bawa ke alam kubur.

Maka sangat bersyukurlah karena islam selalu mengingatkan kita akan alam kubur dan alam akhirat.

Jika kita meninggal dan dikubur, mobil diparkir cuma sampai pintu makam, keluarga ninggalin kita, semua ninggalin kita sendirian di alam kubur. Maka dengan sedekah jariyah, kita akan mendapatkan pahala yang terus mengalir tanpa henti.

Dengan demikian dunia ini jika kita lihat sangatlah kecil, saat meninggal semua akan ditinggalkan.

Maka mari kita kejar akhirat, boleh juga kejar dunia tetap lakukan yang terbaik dan yang halal serta nikmati sebatas yang diperbolehkan oleh Allah Subhanallahu Wa Ta’ala, jika berlebih gunakan di jalan yang Allah ridai. (*)

Tinggalkan Balasan

Search