Cemas itu bukan karena masalahnya besar, tapi karena kita terlalu lama diam di dalam pikiran sendiri.
Pernah ada saat aku merasa gelisah, tapi pikiranku terus bekerja. “Bagaimana kalau nanti tidak sesuai harapan?” “Harusnya aku begini…bukan begitu.”
Aku mengulang kejadian yang sama berkali-kali di kepala. Semakin dipikirkan, semakin terasa berat, padahal belum tentu semua yang aku takutkan benar-benar terjadi.
Sampai aku sadar: Aku bukan sedang menyelesaikan masalah. Aku hanya sedang mengulang masalah di dalam kepala.
Akhirnya aku belajar berhenti sebentar. Aku tulis apa yang sebenarnya membuatku cemas. Mana yang bisa aku lakukan hari ini? Mana yang memang belum bisa aku kendalikan?
Ternyata, tidak semua pikiran harus dipercaya, dan tidak semua kekhawatiran harus diselesaikan hari ini.
Kadang yang kita butuhkan bukan berpikir lebih banyak, tetapi bergerak sedikit demi sedikit.
Rapikan satu hal. Selesaikan satu pekerjaan. Bicara jika memang perlu. Berdoa. Lalu serahkan bagian yang memang bukan kendali kita kepada Allah. Karena diam terlalu lama di dalam pikiran bisa membuat masalah kecil terasa seperti bencana.
“Ya Allah, jadikanlah ilmu yang kami pelajari bermanfaat, dan mudahkanlah kami untuk mengamalkannya.”
