“Remembering death is the best brake for a heart that is about to rush into the abyss of immorality”
“(Mengingat mati adalah rem terbaik bagi hati yang hendak melaju ke jurang maksiat)”
Saat bisikan maksiat menyentuh pikiran, segera hadirkan bayangan kematian. Pikirkan jika detik ini Allah mencabut nyawa Anda dalam keadaan terhina sebagai pendosa. Bukankah kerugian ini tak tertanggungkan?
Kekhawatiran ini adalah penjaga iman yang paling efektif, sebuah benteng kokoh yang menjaga diri selalu dalam kondisi terbaik dan bertaubat. Kematian bukanlah akhir, melainkan gerbang menuju kehidupan abadi yang ditentukan oleh bekal amal hari ini. Allah SWT berfirman,
قُلْ إِنَّ ٱلْمَوْتَ ٱلَّذِى تَفِرُّونَ مِنْهُ فَإِنَّهُۥ مُلَٰقِيكُمْ ۖ ثُمَّ تُرَدُّونَ إِلَىٰ عَٰلِمِ ٱلْغَيْبِ وَٱلشَّهَٰدَةِ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ
Artinya:
“Katakanlah,’Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.‘”(Qs. Al. Al-Jumu’ah: 8)
Ayat ini menegaskan bahwa kematian adalah kepastian yang tidak dapat dihindari, dan setelahnya, setiap jiwa akan dihisab atas semua perbuatannya, baik yang tersembunyi maupun yang terlihat.
Dalam hadis, Rasulullah SAW bersabda,
أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ
Artinya:
“Perbanyaklah mengingat pemutus kelezatan.” (HR. An Nasai No. 1824, Tirmidzi No. 2307 dan Ibnu Majah No. 4258)
Hadis ini menegaskan bahwa hendaknya seorang mukmin itu memperbanyak mengingat kematian dan tidak lalai darinya. Kematian itu pasti datang dan pasti terjadi, sehingga hendaknya senantiasa dalam benak seorang mukmin di setiap waktu dan dia pun mempersiapkannya dengan baik.
Dengan mengingat kematian, seseorang menjadi zuhud dari kehidupan dunia dan menjadi bersemangat mengejar akhirat. Selain itu, bisa mengurangi ketergantungannya dengan dunia dan mengurangi dari sikap berlebih-lebihan dalam mengejar dunia.
Jadi, mengingat kematian (mengingat maut) adalah terapi spiritual paling kuat untuk mencegah diri terjerumus dalam dosa. Jadikan ia alarm pribadi agar setiap perbuatan berakhir dengan husnul khatimah.
Semoga bermanfaat.
