Cermin Diri dalam Sikap kepada Sesama

*) Oleh : Dr. Ajang Kusmana
www.majelistabligh.id -

Perlakukanlah orang lain dengan kebaikan, sebagaimana engkau pun mendambakan untuk diperlakukan dengan baik.

Setiap manusia pada hakikatnya menginginkan kasih sayang, penghargaan, dan keadilan. Maka, jadilah orang pertama yang menebarkan kebaikan, agar dunia pun meresponsmu dengan kebaikan pula.

Tutuplah aib saudaramu, sebagaimana engkau pun memiliki aib yang engkau harapkan tetap tersembunyi. Tidak ada manusia yang sempurna, semua memiliki kekurangan.

Maka jangan sibuk mengumbar kekurangan orang lain, karena suatu saat bisa jadi giliranmu yang menjadi sorotan.

Jangan pernah mengambil hak orang lain, karena hakmu pun pasti tidak ingin diambil. Ketika seseorang merasa dirampas, ia akan merasakan sakit, marah, dan kecewa—perasaan yang tentu tidak ingin engkau rasakan pula. Maka bersikaplah adil, hormati batas dan milik sesama.

Senanglah memberi dan jangan bersikap kikir. Sebagaimana engkau merasa bahagia saat diberi, begitu pula orang lain merasakan hal yang sama.

Kedermawanan adalah cermin dari hati yang lapang dan tulus. Dan dunia ini akan menjadi tempat yang lebih baik jika setiap orang lebih memilih memberi daripada hanya menuntut menerima.

Hindarilah memberi gelar-gelar buruk atau merendahkan kehormatan sesama. Setiap orang memiliki martabat yang layak dihormati.

Jika engkau ingin nama baikmu terjaga, maka jaga pula nama baik orang lain. Kehormatan adalah sesuatu yang mahal, yang sekali rusak, sulit diperbaiki.

Sesungguhnya, perilaku dan sikap kita terhadap orang lain adalah seperti bola yang dilemparkan ke dinding. Apa yang kita lemparkan akan memantul kembali kepada kita.

Jika yang engkau lempar adalah kebaikan, maka kebaikan pula yang akan kembali kepadamu. Namun jika yang engkau lontarkan adalah keburukan, maka bersiaplah menerima pantulan yang sama, atau bahkan lebih buruk.

Balasan dari sebuah kebaikan adalah kebaikan pula. Begitu juga sebaliknya, balasan dari keburukan adalah keburukan.

Apa yang kita tanam hari ini akan kita petik hasilnya kelak, entah dalam bentuk penghargaan, persahabatan, atau bahkan penyesalan.

Kedudukanmu di hadapan orang lain pada dasarnya akan sama seperti kedudukan orang lain di hadapanmu. Jika engkau jujur, ramah, suka menolong, dan adil, maka banyak orang akan memperlakukanmu dengan cara yang serupa.

Namun jika engkau curang, kasar, egois, dan penuh kebencian, jangan heran jika engkau dijauhi dan diperlakukan tidak menyenangkan.

Manusia pada fitrahnya tidak menyukai kejahatan, bahkan orang yang jahat sekalipun tidak ingin dijahati. Sebaliknya, manusia menyukai kebaikan. Bahkan orang yang banyak melakukan kesalahan pun tetap bisa luluh oleh ketulusan dan kebaikan hati orang lain.

Oleh karena itu, belajarlah untuk senantiasa menjadi cermin bagi kehidupan. Jika engkau ingin melihat keindahan dalam dirimu dan sekelilingmu, maka tampakkanlah keindahan dalam sikap dan tuturmu.

Namun jika yang tampak justru keburukan, jangan buru-buru menyalahkan dunia, karena bisa jadi itulah pantulan dari apa yang telah engkau pancarkan sebelumnya. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Search