Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan (HW) Qabilah KH Mas Mansoer SMA Muhammadiyah 4 Lamongan (Fourmula) mendelegasikan lima siswa untuk mengikuti kegiatan Diklat Dewan Sugli Daerah (DSD) yang diselenggarakan oleh Kwartir Daerah (Kwarda) HW Lamongan. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, Jumat–Ahad (16–18/1/2026), di SMK Muhammadiyah 5 Babat.
Kelima siswa yang diutus merupakan pandu aktif yang dinilai memiliki potensi kepemimpinan, kedisiplinan, serta komitmen tinggi terhadap gerakan HW. Mereka adalah Dinda Widya Tamaka Wijayanti, Iffatul Fitri Zulfa Ramadhani, Muafidah, Rizky Aditya Permana, dan Sandy Permana.
Para pandu tersebut dipersiapkan menjadi penggerak organisasi di tingkat qabilah sekaligus calon pimpinan HW di masa mendatang. Selama diklat, peserta mendapatkan berbagai materi, antara lain kepemimpinan, manajemen organisasi, ideologi Hizbul Wathan, keislaman, serta teknik kepanduan.
Seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk membangun kekompakan, kemandirian, dan ketangguhan fisik.
Pembina HW SMA Fourmula, Temon Bagus Hidayatullah, menegaskan bahwa keikutsertaan pandu dalam diklat ini merupakan investasi penting bagi masa depan organisasi.
“Kami berharap setelah mengikuti Diklat DSD, para pandu semakin matang dalam kepemimpinan, memiliki jiwa melayani, serta mampu menjadi teladan bagi teman-temannya. Ilmu yang diperoleh harus dibawa pulang dan diwujudkan dalam gerakan nyata di qabilah,” ujarnya.
Dukungan juga disampaikan Kepala SMA Fourmula, Dr. Didik Puji Wahyono, SSi, MPd, MM. Ia menekankan pentingnya proses kaderisasi bagi pembentukan karakter siswa.
“Sekolah sangat mengapresiasi keikutsertaan siswa dalam kegiatan ini. HW merupakan ruang pembinaan karakter yang selaras dengan visi sekolah, yakni melahirkan generasi berakhlak, mandiri, dan berkemajuan,” tuturnya.
Salah satu peserta, Iffatul Fitri Zulfa Ramadhani, mengungkapkan kesannya setelah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
“Kami mendapatkan banyak pengalaman berharga, tidak hanya tentang kepanduan, tetapi juga kebersamaan, disiplin, dan tanggung jawab. Semoga ilmu ini dapat kami amalkan di sekolah,” katanya.
Dengan berakhirnya kegiatan pada Ahad (18/1), kelima pandu diharapkan mampu menularkan pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh kepada anggota HW lainnya serta menjadi motor penggerak berbagai program qabilah di SMA Fourmula.
Melalui kegiatan ini, HW diharapkan terus melahirkan generasi muda yang tangguh, berkarakter, dan berjiwa Islami, sejalan dengan semangat perjuangan Persyarikatan Muhammadiyah. (fathan faris saputro)
