Jangan sampai cinta kepada dunia membuat kita mengorbankan iman, keluarga dan akhirat. Sebuah seruan untuk menjaga keseimbangan antara dunia dan akhirat, agar cinta terhadap dunia tidak menjadi racun yang menggerogoti fondasi iman, meretakkan hubungan keluarga, dan mengaburkan tujuan akhir kehidupan.
Cinta dunia adalah kecenderungan mencintai kehidupan dunia lebih dari kehidupan akhirat. Ketika cinta dunia menjadi pusat segalanya hingga mengesampingkan nilai-nilai spiritual, bahaya besar pun mengintai. Dalam berbagai hadis, Rasulullah SAW menekankan bahwa harta, tahta, dan segala kenikmatan duniawi sejatinya hanyalah titipan.
Dosen Fakultas Agama Islam Universitas Islam Sultan Agung, Dr. H. Ghofar Sidiq, M.Ag menjelaskan bahwa Rasulullah SAW telah memperingatkan umatnya tentang bahaya sikap cinta dunia. Sikap ini menjadi sumber keburukan dan maksiat, melemahkan iman kepada Allah, serta membawa dampak buruk dalam kehidupan sosial. Cinta dunia membuat seseorang kehilangan akal sehat sehingga rela melakukan apa saja demi mendapatkannya.
Rasulullah SAW menegaskan bahwa cinta dunia adalah akar dari segala kesalahan. Biasanya, cinta dunia dipicu oleh nafsu, baik yang terkait dengan perut maupun hal-hal di bawah perut, yang berpotensi melahirkan berbagai bentuk maksiat dan kerusakan. Namun, apakah itu berarti kita tidak boleh memiliki dunia? Tentu tidak. Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa tidak semua hal di dunia bersifat duniawi. Segala sesuatu yang dilakukan karena Allah tidak dianggap duniawi, sedangkan yang dilakukan bukan karena Allah itulah yang disebut duniawi.
Makna Spiritualitas di Baliknya.
Dalam Islam, dunia adalah ladang amal, bukan tujuan akhir. Rasulullah ﷺ bersabda bahwa cinta dunia adalah akar dari segala kesalahan. Ketika dunia menjadi pusat obsesi, manusia bisa kehilangan arah, rela mengorbankan prinsip demi kenikmatan sesaat. Bahkan dalam hadis tentang penyakit wahn, Nabi ﷺ menggambarkan umat yang lemah karena cinta dunia dan takut mati.
Keluarga Sebagai Amanah, Bukan Korban Ambisi.
Keluarga adalah tempat tumbuhnya cinta, nilai, dan fitrah. Ketika ambisi duniawi menguasai hati, waktu dan perhatian terhadap keluarga bisa terpinggirkan. Padahal, anak-anak dan pasangan adalah ladang pahala dan ujian yang Allah titipkan.
Akhirat: Tujuan Sejati.
Allah mengingatkan dalam QS Al-Hadid:20
اِعْلَمُوْٓا اَنَّمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَّلَهْوٌ وَّزِيْنَةٌ وَّتَفَاخُرٌۢ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِى الْاَمْوَالِ وَالْاَوْلَادِۗ كَمَثَلِ غَيْثٍ اَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهٗ ثُمَّ يَهِيْجُ فَتَرٰىهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُوْنُ حُطَامًاۗ وَفِى الْاٰخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيْدٌۙ وَّمَغْفِرَةٌ مِّنَ اللّٰهِ وَرِضْوَانٌ ۗوَمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَآ اِلَّا مَتَاعُ الْغُرُوْرِ
Artinya: Ketahuilah bahwa kehidupan dunia itu hanyalah permainan, kelengahan, perhiasan, dan saling bermegah-megahan di antara kamu serta berlomba-lomba dalam banyaknya harta dan anak keturunan. (Perumpamaannya adalah) seperti hujan yang tanamannya mengagumkan para petani, lalu mengering dan kamu lihat menguning, kemudian hancur. Di akhirat ada azab yang keras serta ampunan dari Allah dan keridaan-Nya. Kehidupan dunia (bagi orang-orang yang lengah) hanyalah kesenangan yang memperdaya.
Bahwa kehidupan dunia hanyalah permainan dan kesenangan yang menipu. Yang kekal adalah amal yang ditujukan untuk akhirat. Imam Al-Ghazali menegaskan bahwa dunia bukanlah musuh, kecuali jika ia menjauhkan kita dari Allah.
4 Pesan Nabi Muhammad SAW Agar Tak Terjebak Cinta Dunia
Ketika manusia terlalu mencintai dunia, ia bisa kehilangan tujuan hidup yang sebenarnya, yakni beribadah kepada Allah dan mencari keridhaan-Nya. Berikut adalah empat pesan Nabi Muhammad SAW tentang cinta dunia dan cara menghindari jebakannya:
1. Tingkatkan Iman dan Bersiap dengan Maut
Rasulullah SAW pernah memperingatkan tentang penyakit akhir zaman yang disebut wahn, cinta dunia dan takut mati. Sebagaimana sabda beliau:
“Hampir tiba masa di mana kalian diperebutkan sebagaimana sekumpulan pemangsa memperebutkan makanannya. Sahabat bertanya: Apakah saat itu jumlah kami sedikit, ya Rasulullah? Rasulullah bersabda: Tidak. Bahkan saat itu jumlah kalian banyak, tetapi seperti buih di lautan karena kalian tertimpa penyakit wahn. Sahabat bertanya: Apakah penyakit wahn itu, ya Rasulullah? Beliau menjawab: Penyakit wahn itu adalah cinta dunia dan takut mati.” (HR Abu Daud).
Letakkan cinta pada Allah di atas segala-galanya. Bersiaplah untuk menghadapi maut kapan saja. Dengan iman yang kuat, berbagai jenis kemaksiatan, dosa, dan kemungkaran dapat dijauhi.
2. Jalani Hidup Seperti Orang Asing
Rasulullah SAW bersabda:
“Jadilah engkau di dunia ini seolah-olah orang asing atau orang yang singgah dalam perjalanan.” (HR Bukhari).
Hadis ini mengajarkan bahwa kehidupan dunia hanyalah persinggahan. Orang asing di tanah rantau tentu menggunakan waktunya untuk mencari bekal sebelum kembali ke tanah kelahirannya. Demikian pula kita, sebaiknya menjadikan dunia sebagai tempat mencari bekal untuk akhirat.
3. Tidak Kikir
Harta adalah titipan. Jangan sampai cinta dunia membuat kita kikir dan enggan beramal dengan apa yang kita miliki. Gunakan harta untuk kebaikan dan jangan melampaui batas dalam mencintai hal-hal duniawi.
4. Berzuhud
Rasulullah SAW bersabda:
“Berzuhudlah di dunia, tentu engkau dicintai oleh Allah, dan berzuhudlah terhadap apa yang dimiliki manusia, tentu engkau akan dicintai oleh manusia.” (HR Ibnu Majah).
Zuhud adalah meninggalkan perkara dunia yang tidak dibutuhkan sekalipun halal, dan mencukupkan diri pada hal yang perlu saja. Dengan keyakinan bahwa akhirat lebih baik dan kekal, seseorang akan lebih mudah memilih akhirat daripada dunia.
Allah berfirman: QS.Al-A’la: 16-17
بَلْ تُؤْثِرُوْنَ الْحَيٰوةَ الدُّنْيَاۖ وَالْاٰخِرَةُ خَيْرٌ وَّاَبْقٰىۗ
Artinya:
Adapun kamu (orang-orang kafir) mengutamakan kehidupan dunia,
Padahal kehidupan akhirat itu lebih baik dan lebih kekal.
Pesan Nabi Muhammad SAW agar tidak terjebak cinta dunia mengingatkan kita untuk senantiasa menjadikan akhirat sebagai tujuan utama. Mari memanfaatkan setiap detik kehidupan untuk mendekatkan diri kepada Allah, menjauhi keburukan, dan mencari keridhaan-Nya. Semoga kita termasuk hamba-hamba Allah yang istiqamah dan dijauhkan dari penyakit cinta dunia. Aamiin. (*)
