Cukup 5 Menit Saja, Berkisah Bisa Menjadi Bermakna Bagi Anak

Cukup 5 Menit Saja, Berkisah Bisa Menjadi Bermakna Bagi Anak
www.majelistabligh.id -

KB TK ‘Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) 1 Buduran menghadirkan seorang pengisah handal, Rika Yunita Sari, sebagai narasumber pertemuan wali murid yang bertempat di ruang kelas Ahmad Dahlan ABA 1 Buduran, Damarsi, Sidoarjo. Pertemuan ini merupakan satu rangkaian acara dalam pembukaan program tahunan sekolah:  Tantangan 30 Hari Orang Tua Membacakan Buku (HOMB).

Dengan mengusung tema Satu Cerita Dari Orangtua, Seumur Hidup Di Hati Anak, Kak Rika, sapaan akrabnya, memberikan pesan inspiratif mengenai kekuatan berkisah kepada anak. Dalam pemaparannya, ia berkata bahwa bercerita itu sangat bisa memengaruhi generasi sampai bertahun-tahun ke depan. “Untuk itu para orang tua harus pintar dalam memilih cerita,” ujarnya.

Dalam bercerita kepada anak, ia menekankan, harus pintar memilih cerita yang bisa dipertanggungjawabkan hikmah dan kebermanfaatannya. Hal ini karena pesan moral yang terkandung dapat diserap dan membentuk karakter anak dikemudian hari.

“Apa bedanya dongeng dan kisah bu?” tanyanya, “Dongeng itu tidak sama dengan kisah. Jika ibu-ibu berdongeng, tidak perlu membaca, mengarang saja sudah cukup. Sedangkan kisah, minimal kita harus membaca terlebih dahulu agar kita bisa menceritakannya kembali kepada anak. Kisah itu memiliki referensinya, ada sejarahnya,” jelasnya.

Cukup 5 Menit Saja, Berkisah Bisa Menjadi Bermakna Bagi Anak
Pemaparan tata tertib program tahunan tantangan 30 Hari Orang Tua Membacakan Buku saat pertemuan wali murid di sekolah KB TK Aisyiyah Bustanul Athfal 1 Buduran. (ist)

Trainer dan pemerhati anak tersebut membacakan Qur’an Surat Hud ayat 120, yang mengatakan, Allah SWT telah menceritakan kisah dari rasul rasul sebagai keteguhan hati manusia, juga sebuah kebeneran, pengajaran, dan peringatan bagi orang beriman.

“Hampir 2/3 isi Al Qur’an berisi sejarah dan kisah, bu,” ucapnya, “di zaman yang penuh dengan scroll hp, sosial media, anak kita lebih gampang terpengaruh pada siapa? Pada hp. “Dengan zaman yang makin menggila ini, kita harus mengupayakan mengenalkan anak-anak kepada sejarah, terutama sejarah islam,” lanjutnya.

Sirohvator tersebut mengatakan bahwa sejarah membuat anak berpikir visioner. Ketika sejarah bercerita kondisi orang terdahulu, maka tercatatlah cara mereka menghadapinya. Dari situlah kita, umat manusia yang hidup pada zaman sekarang bisa menjadikannya sebagai referensi dan pedoman hidup.

Pengkisah di program Cahaya Pagi Trans7 tersebut membagikan tips supaya asyik saat membacakan cerita kepada anak.

“Cukup 5 menit saja bu, tidak perlu lama-lama. Yang pasti, jangan mengajak anak membaca saat dia pulang sekolah. Capek mereka bu,” tuturnya disusul gelak tawa wali murid.

“Usahakan mengajak anak membaca buku di saat otak mereka rileks. Kapan itu? Sebelum tidur. Buku yang digunakan juga diusahakan yang bergambar dan sedikit tulisan, terutama bagi anak-anak usia dini,” jelasnya.

Ia menambahkan, saat membacakan buku sebelum tidur, tidak perlu menggunakan banyak ekspresi, yang terpenting adalah variasi suara. Dengan perbedaan suara pada setiap tokohnya, menjadikan anak berpikir dengan kritis. “Cuma perlu modal 3 suara saja, ibu-ibu, kita bisa berkisah dengan menarik. Ada suara besar yang biasa digunakan untuk suara raksasa, ada suara kecil yang biasa digunakan untuk suara anak kecil, dan suara kakek dan nenek,” ujarnya sambil memperagakan ketiga suara tersebut.

Dalam berkisah, artikulasi dan pelafalan yang jelas juga sangat dibutuhkan, terutama bagi anak yang mengalami speech delay. “Jangan cepat-cepat, a, i, u, e, o nya harus terbuka dan jelas. Agar mereka dengarnya lebih pelan karena mereka lebih slow masuknya. Maka dia akan lebih sering lihat mulut kita dan menirukan.” ujarnya.

Di akhir pemaparannya, ia memberikan tolak ukur apakah cara membacakan buku kita berhasil atau tidak. “Bagaimana kita tahu keberhasilan kita dalam membacakan buku, bu? Yaitu saat anak mulai sering minta dibacakan buku, atau minimal minta untuk ditemani tidur,” pungkasnya.

Pertemuan wali murid KB TK ABA 1 Buduran ditutup dengan pemaparan tata tertib tantangan 30 HOMB yang akan dimulai pada hari Senin, 12 Januari 2026. (ramadhani qonitah mursyida)

 

Tinggalkan Balasan

Search