Komunitas Bikers Muhammadiyah (BikersMu) Chapter Bandung, Koordinator Wilayah Jawa Barat, melaksanakan kunjungan dakwah ke Kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah pada Sabtu (10/5/2025). Perjalanan yang ditempuh selama 13 jam ini diikuti oleh 28 anggota dalam rangka mempererat tali silaturahmi pasca-Ramadan 1446 H.
Kegiatan ini turut didampingi oleh dua lembaga di lingkungan Muhammadiyah, yaitu Lembaga Pengembangan Olahraga (LPO) sebagai tuan rumah yang berlokasi di Aula Gedoeng Muhammadiyah, serta Lembaga Dakwah Komunitas (LDK).
Acara dimulai dengan sambutan dari Wahyu Gunawan, perwakilan BikersMu Yogyakarta, yang menyampaikan apresiasi dan semangat atas kunjungan dari BikersMu Bandung.
“Saya ucapkan selamat datang secara resmi di Yogyakarta. Terima kasih atas kunjungan luar biasa dari BikersMu Bandung. Kegiatan ini benar-benar membangkitkan semangat kami untuk melakukan kunjungan balasan sebagai bagian dari dakwah yang membahagiakan,” ungkapnya.
Ketua BikersMu Chapter Bandung, Muhibbin, menyampaikan harapannya bahwa kunjungan ini akan mempererat ukhuwah Islamiyah antarkomunitas serta menjadi ajang berbagi ilmu dan pengalaman dalam berdakwah melalui pendekatan komunitas.
“Kami datang ke sini untuk menimba ilmu dan semangat dakwah di Muhammadiyah. Kami berharap dengan adanya BikersMu, dakwah bisa menjadi lebih menyenangkan dan membumi,” ujarnya.
Perwakilan dari LDK, Ananto Isworo, juga memberikan sambutan yang menekankan pentingnya pertukaran pengalaman dan inspirasi dari kegiatan ini.
“Semoga kunjungan ini menjadi sarana bertukar pengalaman dan semangat antaranggota komunitas BikersMu serta memperkaya metode dakwah yang relevan bagi masyarakat,” katanya.
Memasuki sesi pemaparan inti, Fajar Junaedi selaku Sekretaris LPO PP Muhammadiyah, menyampaikan pendekatan dakwah berbasis komunitas, khususnya melalui olahraga dan kegiatan sosial yang dekat dengan generasi muda.
“Kami pernah mengadakan nonton bareng di Universitas Ahmad Dahlan yang dihadiri 1.400 penonton. Ini bukan sekadar tontonan, tapi bagian dari dakwah komunitas. Ada aturan: dilarang berkata kasar, MC tidak boleh memprovokasi, bahkan acara dibuka dengan doa. Format seperti ini bisa diadaptasi oleh komunitas seperti BikersMu untuk menyentuh lapisan masyarakat yang lebih luas, termasuk pelajar,” jelas Fajar.
Acara dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif antara BikersMu Bandung, BikersMu Yogyakarta, serta perwakilan LPO dan LDK. Diskusi ini menghasilkan sejumlah usulan, salah satunya adalah program “BikersMu Goes to School” yang bertujuan menyalurkan minat otomotif para pelajar ke arah positif dan produktif.
Selain itu, muncul gagasan bersama bahwa dakwah berbasis komunitas sosial merupakan strategi efektif untuk menyebarkan nilai-nilai Islam yang membahagiakan, membumikan semangat Islam berkemajuan, dan menjadikan dakwah lebih kontekstual serta menyenangkan di tengah masyarakat. (*/tim)
