Dalam Doanya, Ibu Selalu Menomorduakan Diri

Dalam Doanya, Ibu Selalu Menomorduakan Diri
*) Oleh : Sigit Subiantoro
Anggota Majelis Tabligh PDM Kabupaten Kediri
www.majelistabligh.id -

Seorang ibu itu aneh, ya…
Saat kedua tangannya terangkat dalam doa, sering kali namanya sendiri tak ikut ia sebut.

Ia tidak berkata,
“Ya Allah, bahagiakan aku.”

Ia tidak meminta agar hidupnya dimudahkan.
Tidak pula memohon agar lelahnya segera diangkat.

Yang ia sebut justru anak-anaknya…
Satu per satu, tanpa tertinggal.

“Ya Allah, jaga anakku saat aku tak mampu melihatnya.”

“Lindungi langkahnya saat aku tak lagi bisa menggenggam tangannya.”

“Lembutkan hatinya, kuatkan imannya, selamatkan ia di mana pun berada.”

Padahal mungkin hari itu ia sedang lelah.
Sedang bersedih.
Sedang merasa tidak benar-benar baik-baik saja.

Namun begitulah seorang ibu.
Selama anaknya selamat, selama anaknya bahagia…

Lelahnya terasa ringan.
Air matanya berubah menjadi doa.
Dan hidupnya terasa cukup.

Barakallahu fiikum.

Tinggalkan Balasan

Search