Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Malang Raya kembali menggelar Darul Arqam Madya Nasional (DAMNas) pada Sabtu–Rabu, 20–24 Desember 2025. Kegiatan yang mengusung tema “Dialektika Manusia dan Teknologi di Era Society 5.0” ini dilaksanakan di Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Otomotif dan Elektronika (BBPPMPV BOE), Arjosari, Kota Malang.
DAMNas tahun ini diikuti oleh puluhan peserta yang berasal dari berbagai daerah di seluruh Indonesia. Kegiatan tersebut menjadi momentum strategis dalam menyiapkan regenerasi kepemimpinan IMM yang militan, adaptif, serta memiliki kapasitas dalam menghadapi perkembangan zaman dan kemajuan teknologi.
Ketua Umum PC IMM Malang Raya, Kelvin Argo Beni, dalam sambutan pembukaan menyampaikan bahwa DAMNas Malang Raya didesain sebagai ruang pengembangan diri bagi kader madya. Menurutnya, kegiatan ini menjadi wahana untuk meningkatkan kapasitas, memperbarui keterampilan, serta memperkuat peran kader di tengah masyarakat.
“Hari ini arus informasi yang mengalir ke kader-kader IMM begitu cepat. Dulu kita masih bisa meng-crosscheck setiap informasi. Tapi kini dengan adanya AI, kita sulit membedakan mana yang asli dan mana yang palsu,” ujarnya.
Oleh karena itu, Kelvin berharap DAMNas kali ini mampu menyiapkan kader IMM yang melek teknologi sekaligus memiliki literasi digital yang baik guna menghadapi tantangan era disrupsi. Dengan demikian, evolusi organisasi dapat berjalan seiring dengan evolusi peradaban tanpa mengorbankan nilai-nilai prinsipil dan ideologi yang menjadi falsafah gerak IMM.
Hal senada disampaikan oleh Ketua Umum DPD IMM Jawa Timur, drh. Devi Kurniawan, M.M., yang turut mengapresiasi tema DAMNas tahun ini. Ia menilai tema tersebut sangat relevan dengan kondisi sosial saat ini.
“Di grup-grup keluarga, atau di grup-grup ortom, masih sering informasi simpang siur yang seringkali dibagikan. Padahal informasi tersebut perlu diverifikasi terlebih dahulu,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa tanggung jawab untuk berkontribusi aktif dalam menyadarkan masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang kurang kredibel merupakan peran setiap kader persyarikatan.
Sementara itu, Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Malang, Ibnu Mujahidin, mengajak seluruh peserta untuk senantiasa melangitkan doa agar diberikan keteguhan dalam memimpin. Ia menekankan bahwa esensi kepemimpinan di level mana pun adalah ketakwaan kepada Allah SWT.
“Jadikanlah doa kalian dikabulkan oleh Allah, jadikanlah kami seorang pemimpin yang bertakwa. Menjadi pemimpin IMM di level apapun yang baik untuk menjadi pemimpin bagi orang-orang yang muttaqin,” pesannya.
Pembukaan DAMNas Malang Raya 2025 turut dihadiri oleh sejumlah tokoh, di antaranya Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur Dr. Ramliyanto, SP., MP., Komisioner KPU Jawa Timur Choirul Umam, S.Pd., Wakil Rektor III UMM Dr. Nur Subeki, ST., MT., FOKAL IMM Malang Raya Izzudin Fuad Fathony, serta tamu undangan lainnya. (*/tim)
