Dari Jijik Menjadi Cuan: Seni Mengolah Limbah

Dari Jijik Menjadi Cuan: Senin Mengolah Limbah
*) Oleh : Ubaidillah Ichsan, S.Pd. K. Mdy
Tapak Suci Putra Muhammadiyah (TSPM) Pimda 030 Jombang
www.majelistabligh.id -

​”True wealth lies not in what we see, but in how we see it.” “(Kekayaan sejati tidak terletak pada apa yang kita lihat, melainkan pada bagaimana cara kita memandangnya)”

​”Ih, jorok!” Mungkin itulah reaksi spontan kita saat melihat tumpukan sampah, kotoran, atau limbah. Namun, di tangan yang kreatif, rasa jijik bisa berubah menjadi peluang. Ketelatenan mampu menyulap sesuatu yang dianggap hina menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.

​Jangan lagi memandang sampah sebagai masalah, mulailah melihatnya sebagai “tambang emas” yang tersembunyi. Dengan sentuhan inovasi, Anda tidak lagi menjauhi kotoran, melainkan menjadikannya modal utama untuk mendulang rupiah. Ingatlah, permata sering kali ditemukan terkubur di dalam lumpur.

Saatnya mengubah persepsi, mengasah kreativitas, dan mulai beraksi. ​Allah SWT berfirman,
وَسَخَّرَ لَكُم مَّا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ جَمِيعًا مِّنْهُ ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَٰتٍ لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ
​Artinya:
Dan Dia telah menundukkan untukmu apa yang di langit dan apa yang di bumi semuanya, (sebagai rahmat) daripada-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berpikir.” (Qs. Al-Jathiyah: 13)

​Ayat ini menegaskan bahwa segala sesuatu di alam semesta telah ditundukkan Allah untuk kemaslahatan manusia. Ini adalah dorongan bagi kita untuk menggunakan akal, merenung, dan mengembangkan ilmu pengetahuan serta teknologi guna mengelola potensi bumi.

​Terkait pentingnya menjaga kesucian dan semangat beramal, Rasulullah SAW bersabda,
الطُّهُورُ شَطْرُ الْإِيمَانِ
​Artinya:
Kesucian itu adalah setengah dari iman.“(HR. Muslim No. 223)

​Hadis ini mengingatkan kita bahwa kebersihan bukan sekadar urusan fisik, melainkan bagian dari identitas keimanan. Mengolah limbah bukan hanya soal mencari materi, tetapi juga merupakan bentuk ibadah dalam menjaga kelestarian bumi Allah dan mewujudkan lingkungan yang suci.

Sesuatu yang dianggap tidak berharga sebenarnya menyimpan potensi besar jika dilihat dengan kacamata positif. Kunci keberhasilan ekonomi kreatif adalah kemampuan mengubah masalah (limbah) menjadi solusi (produk) melalui ketekunan dan inovasi.

​Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Search