Tidak semua hati mampu merasakan petunjuk Al-Qur’an dengan sama. Ada hati yang tersentuh, ada yang tetap keras. Apa perbedaannya ? ilmu dan iman yang ada di dalam hati.
Ketika hati diisi dengan ilmu dan iman, sekalipun sedikit, kita akan merasakan bahwa Al-Qur’an benar-benar menjadi cahaya dan petunjuk.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
“Sebenarnya, ia (Al-Qur’an) adalah ayat-ayat yang jelas di dalam dada orang- orang yang berilmu. Tidaklah mengingkari ayat-ayat Kami, kecuali orang-orang zalim.”
(QS.Al-‘Ankabūt : 49)
Makin bersih hati dari kesyirikan, bid’ah, dan maksiat, makin lembut pula hati itu ketika mendengar ayat-ayat Allah. Kita menjadi lebih mudah tersentuh, lebih mudah menangis, lebih rindu bertemu Allah, dan lebih takut akan neraka.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman :
“Sesungguhnya orang orang mukmin adalah mereka yang jika disebut nama Allah, gemetar hatinya dan jika dibacakan ayat- ayatNya kepada mereka, bertambah (kuat) imannya dan hanya kepada Tuhannya mereka bertawakal,”
(QS. Al-Anfāl : 2)
Jika kita ingin Al-Qur’an benar-benar hidup dalam diri kita, mulailah dengan memperbaiki hati yaitu menambah ilmu, memperkuat iman, menjauhi dosa. Karena hati yang bersih akan sangat mudah merasakan keindahan petunjuk Al-Qur’an. Allāhu Akbar
Insyaa Allah bermanfaat.
