Dengan Sakit, Anda Akan Tahu Nikmatnya Sehat

Dengan Sakit, Anda Akan Tahu Nikmatnya Sehat
*) Oleh : Bahrus Surur-Iyunk
Penulis Buku Motivasi Islam.
www.majelistabligh.id -

Kisah Abu Nawas, seorang penyair dan sufi terkenal, mengajarkan kita tentang pentingnya ujian dan kesabaran. Suatu hari, temannya datang kepadanya dengan mengeluh tentang kesempitan rumahnya.

Abu Nawas, dengan bijak, tidak langsung menawarkan solusi. Sebaliknya, ia justru memberikan seekor kambing kepada temannya untuk ditaruh di dalam rumahnya.

Teman Abu Nawas kembali mengadu, merasa rumahnya semakin sempit dengan kehadiran kambing. Bau lagi. Abu Nawas, dengan tenang, malah memberikan 5 ekor ayam untuk ditambahkan ke dalam rumah. Temannya semakin heran.

Tapi, apa hendak dikata. Maka, temannya kembali mengadu, merasa rumahnya semakin tidak nyaman. Abu Nawas, dengan sabar, lagi-lagi memberikan 3 ekor itik untuk ditambahkan ke dalam rumah. Tak ayal lagi, rumahnya semakin semrawut, pikirannya ruwet, istri dan akan semakin marah.

Setelah mengadu yang ketiga kalinya, Abu Nawas baru meminta temannya untuk mengeluarkan semua hewan dari rumahnya. Dan, keluarga temannya merasa lega dan nyaman kembali di rumah mereka.

Abu Nawas seketika itu langsung berujar, “Bukankah rumahmu pada dasarnya luas dan nyaman?! Hanya engkau saja yang kurang bersyukur dengan apa yang engkau miliki.”

Kadangkala, kesulitan itu menjadi seni dalam menjalani hidup. Seseorang tidak akan merasakan nikmatnya kenyang manakala ia tidak pernah merasakan lapar. Seseorang tidak akan merasakan nikmatnya sehat manakala ia tidak pernah merasakan sakit. Seseorang tidak akan merasakan indah nikmatnya kemudahan, manakala ia tidak pernah merasakan sulitnya hidup.

Anda tidak akan merasakan nikmatnya kentut, manakala Anda tidak pernah merasakan sulitnya tidak bisa kentut. Anda tidak akan merasakan nikmatnya punya gigi yang sehat manakala Anda tidak pernah merasakan nelangsanya sakit gigi. Dan begitu seterusnya.

Manusia diajak belajar untuk menghargai apa yang ia miliki. Teman Abu Nawas tidak menyadari bahwa rumahnya sebenarnya cukup luas, sampai ia merasakan kesempitan dengan kehadiran hewan-hewan.

Manusia memang harus belajar untuk tidak terlalu fokus pada kesulitan, melainkan pada solusi. Dengan demikian, kita dapat belajar dari kisah Abu Nawas bahwa sesekali kadang harus diuji untuk menemukan kekuatan dan kesabaran yang ada dalam diri kita. Wallahu a’lamu.

Tinggalkan Balasan

Search