Derajat Mulia Bagi Tiga Golongan Mukmin

Derajat Mulia Bagi Tiga Golongan Mukmin
*) Oleh : Ali Efendi, M.Pd
Kepala SMPM 14 Ponpes. Karangasem & Sekretaris MKKS SMPS Kab. Lamongan
www.majelistabligh.id -

Secara etimologi, kata “derajat” berasal dari bahasa Arab; darajah atau darajat yang artinya kemuliaan, kedudukan, atau martabat. Dalam kamus bahasa Indonesia diartikan tingkatan, martabat, atau pangkat (https://kbbi.web.id/derajat). Sedangkan secara istilah diberikan makna tingkatan, kemuliaan, kedudukan, martabat dan pangkat bagi manusia di hadapan Allah SWT dan tatanan sosial bermasyarakat.

Derajat menurut Al-Qur’an diberikan kepada manusia melalui ikhtiar dengan sungguh-sungguh yang dilandasi keimanan kepada Allah SWT. Jadi derajat tidak diberikan kepada manusia secara cuma-cuma alias gratis. Maka manusia diberikan kesempatan oleh Allah untuk berusaha mendapatkan derajat di dunia dan akhirat sebagai bentuk rahmat.

Landasan keimanan sebagai modal utama yang telah dimiliki akan mengantarkan seseorang mendapatkan tempat istimewa di sisi Allah dan sesama manusia. Beriman kepada Allah dilakukan secara integrasi dan totalitas antara keseimbangan kesaksian dalam hati, bentuk ungkapan dengan lisan, dan pembuktian lewat perbuatan nyata.

Jadi iman tidak hanya dimaknai secara parsial atau sekedar percaya dalam hati dan diucapkan, tetapi iman menuntut manusia untuk dibuktikan dengan beramal saleh. Manusia diberi kesempatan oleh Allah untuk beribadah sebagai manifestasi beramal, maka Allah berjanji akan memberikan kehidupan yang baik dan derajat yang tinggi. Sebagai mana firman-Nya:

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً ۖ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan (QS. An-Nahl: 97).

Dalam ayat lain, Allah berfirman:

وَلِكُلٍّ دَرَجَاتٌ مِمَّا عَمِلُوا ۚ وَمَا رَبُّكَ بِغَافِلٍ عَمَّا يَعْمَلُونَ

Artinya: “Dan masing-masing orang memperoleh derajat-derajat (seimbang) dengan apa yang dikerjakannya. Dan Tuhanmu tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan” (QS. Al-An’am: 132).

Berdasarkan Al-Qur’an ada tiga golongan orang beriman yang mendapatkan level derajat tinggi, di antaranya; orang mukmin yang berilmu, orang mukmin yang berhijrah, dan orang mukmin yang berjihad.

Tiga Mukmin dengan Level Derajat Tinggi

  1. Mukmin Berilmu

Ilmu dan pengetahuan merupakan cahaya bagi seseorang, karena ilmu yang menuntun seseorang mengetahui banyak hal. Seseorang dalam menjalankan ibadah (beramal) dituntun dengan ilmu, agar tidak salah dalam melakukan ritual keagamaan. Begitu juga dalam pergaulan sosial kemasyarakatan, ilmu menjadi kunci utama untuk menghasilkan peradaban yang bermanfaat bagi umat manusia.

Allah menegaskan bahwa derajat manusia diangkat bukan karena kekayaan dan jabatan seseorang dalam kehidupan di dunia, tetapi ilmu dan pengetahuan yang dimiliki. Tentu saja orang berilmu yang diamalkan dalam kehidupan, maka derajatnya akan diangkat Allah SWT, sebagai mana firman-Nya:

يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

Artinya: “Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan” (QS. Al-Mujadalah: 11).

  1. Mukmin Berhijrah

Orang mukmin berikutnya yang mendapatkan derajat dan kemuliaan yang tinggi adalah orang yang berhijrah di jalan Allah. Hijrah dalam makna kontekstual, yaitu orang yang berusaha berpindah (hijrah) untuk lebih baik dan maksimal dalam beramal saleh.

Berhijrah dari melakukan perbuatan yang kurang bermanfaat menjadi lebih manfaat, perpindah dari terbiasa melakukan perbuatan kemungkaran menuju amalan yang makruf. Dengan kata lain, perbuatan dosa dan maksiat yang dilakukan selama ini telah ditinggalkan secara totalitas untuk menuju taubatan nasuha.

Janji Allah bagi mukmin yang beruntung dan mendapat level derajat yang tinggi di sisi Allah adalah orang yang berhijrah. Sebagai dalam firman-Nya berikut:

الَّذِينَ آمَنُوا وَهَاجَرُوا وَجَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ أَعْظَمُ دَرَجَةً عِنْدَ اللَّهِ ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْفَائِزُونَ

orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta, benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan (QS. At-Taubah: 20).

  1. Mukmin Berjihad

Orang mukmin yang berjihad di jalan Allah juga akan memperoleh kemuliaan derajat yang tinggi sebagaimana dalam QS. At-Taubah: 20. Berjihad adalah orang yang berusaha dengan sungguh-sungguh dan maksimal dengan menggunakan harta benda dan jiwa raganya untuk kepentingan agama Islam dan kemanusiaan.

Jihad berasal dari bahasa Arab; jahada, jahd atau juhd yang artinya kesungguhan, kemampuan, usaha keras, atau berusahan dengan sunguh-sungguh. Sedangkan makna secara istilahi, jihad merupakan berusaha dengan mencurahkan segenap kemampuan di jalan Allah, menegakkan kebenaran, dan melawan hawa nafsu.

Dimensi jihad meliputi personal dan sosial sehingga berjihad merupakan pekerjaan yang melelahkan, karena tantangan dan rintangan yang dihadapi sangat berat. Maka sepadan dengan janji Allah akan mendapatkan level derajat yang tinggi di tengah-tengah kehidupan bermasyarakat dan lebih-lebih di hadapan Allah SWT.

Selain tiga golongan mukmin yang memperoleh derajat dan kemuliaan yang tinggi sebagai mana penjelasan di atas. Ada golongan mukmin sejati yang memperoleh derajat yang tinggi di sisi Allah dan akan mendapatkan ampunan, serta rezeki yang mulia seperti yang dijelaskan dalam QS. Al-Anfal: 2-4. Golongan tersebut di antaranya:

Orang-orang beriman, apabila mendengar kata Allah, bergetar hatinya dan imannya bertambah, apabila dibacakan ayat-ayat-Nya. Berikutnya adalah orang yang bertawakal, orang yang mendirikan salat, dan orang yang berinfak.

Derajat yang tinggi dapat diperoleh dengan pondasi keimanan dan ketakwaan yang kuat dengan pembuktian beramal saleh. Kemuliaan derajat seseorang pemberian dari Allah SWT yang berupa rahmat, karunia, pahala, dan ampunan. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Search