Di Gerbang Malam-Malam Akhir

*) Oleh : Sigit Subiantoro
Anggota Majelis Tabligh PDM Kabupaten Kediri
www.majelistabligh.id -

Ramadan menapaki malam keduapuluhan. Malam membawa cahaya yang lebih bening. Seolah langit menunduk sedikit lebih dekat, mendengar doa yang perlahan tumbuh dari dada.

Masjid-masjid dipenuhi langkah yang pulang, seperti arus manusia menuju samudera. Doa-doa berlayar di udara malam, mencari langit yang menyimpan rahasia.

Di gerbang malam-malam akhir.

Di telapak tangan yang terangkat, harapan menyala seperti lampu kecil. Tak ada yang tahu di malam mana rahmat berlabuh, maka setiap sujud menjadi perjalanan.

Ramadan kini di malam-malam akhir, dan waktu berjalan lebih pelan dari biasanya. Barangkali karena langit sedang terbuka, menunggu hati yang sungguh-sungguh mengetuknya.

Barakallahu fiikum.

Tinggalkan Balasan

Search