”Never feel tired in praying. Every drop of hope you pour out is an investment, because God’s promise is a certainty that will never be lost”
“(Jangan pernah merasa lelah dalam berdoa. Setiap tetes harapan yang kau curahkan adalah investasi, karena Janji Allah adalah kepastian yang takkan pernah merugi)”
Tidak ada kata rugi dalam berdoa. Sesungguhnya, doa adalah bukti kedekatan dan janji pasti dari Allah SWT. Kerap kali seorang hamba mencari-cari Allah, entah itu karena ingin bertaubat dari kesalahan, atau karena memiliki kebutuhan (hajat) yang mendesak untuk dipenuhi.
Maka, sampaikanlah kebutuhan dan keluh kesahmu, karena Allah telah berfirman dalam Al-Qur’an,
وَاِذَا سَاَلَكَ عِبَادِيْ عَنِّيْ فَاِنِّيْ قَرِيْبٌ ۗ اُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ اِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيْبُوْا لِيْ وَلْيُؤْمِنُوْا بِيْ لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُوْنَ
Artinya:
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka memperoleh kebenaran.” (Qs. Al-Baqarah: 186)
Ayat ini diletakkan di tengah ayat-ayat tentang puasa, menunjukkan betapa pentingnya doa. Kata “Aku dekat” adalah jawaban langsung tanpa perantara, menegaskan bahwa Allah mendengar dan mengabulkan tanpa jarak dan waktu.
Doa adalah ibadah, dan pengabulannya dijamin-Nya, asalkan kita beriman dan senantiasa memenuhi perintah-Nya.
Sempurnanya Jawaban Doa:
Pengabulan doa oleh Allah tidak hanya berarti diberikan sesuai permintaan, tetapi memiliki tiga bentuk, sebagaimana disabdakan Rasulullah SAW,
وَعَنْ عُبَادَةَ بْنِ الصَّامِتِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ : أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : ( مَا عَلَى الأرْضِ مُسْلِمٌ يَدْعُو الله تَعَالَى بِدَعْوَةٍ إِلاَّ آتَاهُ اللهُ إيَّاها ، أَوْ صَرفَ عَنْهُ مِنَ السُّوءِ مِثْلَهَا ، مَا لَمْ يَدْعُ بإثْمٍ ، أَوْ قَطِيعَةِ رَحِمٍ)، فَقَالَ رَجُلٌ مِنَ القَومِ : إِذاً نُكْثِرُ قَالَ : ( اللهُ أكْثَرُ ) .( رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ )
Artinya:
“Dari ‘Ubadah bin Ash-Shamit, Rasulullah SAW bersabda,“Tidaklah seorang muslim berdoa kepada Allah dengan satu doa, melainkan pasti Allah memberikannya kepadanya, atau Allah menghindarkannya dari kejelekan yang sebanding dengan doanya, selama ia tidak mendoakan dosa atau memutuskan silaturahim.” Lalu seseorang berkata, “Kalau begitu, kita akan memperbanyak doa.” Beliau bersabda, “Allah lebih banyak memberi (dari apa yang kalian minta).” (HR. Tirmidzi No. 3573 dan Al-Hakim, 1:493)
Hadis tersebut menjelaskan bahwa setiap doa yang dipanjatkan seorang muslim, yang tidak mengandung dosa atau pemutusan silaturahmi, akan dikabulkan Allah dengan salah satu dari tiga cara: dikabulkan segera di dunia, disimpan sebagai pahala di akhirat, atau digunakan untuk menolak keburukan yang setara dengan doanya.
Hal ini menunjukkan bahwa Allah memiliki rencana dan hikmah terbaik untuk setiap permohonan hamba-Nya, dan tidak ada doa yang sia-sia jika dilakukan dengan tulus.
Berdoalah! Karena setiap doa yang kita panjatkan pasti dijawab, disegerakan, diganti kebaikan di akhirat, atau dihindarkan dari musibah. Tidak ada doa yang sia-sia di sisi Allah.
Semoga bermanfaat. (*)
