Kalau kita masuk ke dalam kubur, bukan harta yang menolong kita, bukan jabatan yang menolong kita, bukan popularitas yang menolong kita, dan bukan hal apapun yang menolong kita. Tapi salah satunya adalah awwaladin sholihin yad ula. Doa anak saleh yang senantiasa mendoakan kedua orang tua.
Maka beruntunglah orang tua yang anaknya dekat kepada Al-Qur’an, beruntunglah orang tua yang meninggalkan dunia ini, tapi anaknya gemar beribadah. Beruntunglah orang tua yang punya anak tetapi anaknya mendedikasikan waktunya sepenuhnya untuk beribadah kepada Allah SWT.
Kerena orang tua yang rugi adalah orang tua yang kelak meninggalkan dunia tapi dia tidak punya amal apapun, salah satunya doa dari anak yang saleh dan salehah.
Doa anak yang saleh biasanya berakar dari Al-Qur’an dan sunnah, penuh dengan makna kasih sayang, bakti, dan harapan agar orang tua mendapat keberkahan. Doa anak yang saleh bukan hanya lafaz, tapi juga sikap: berbakti, mendoakan, menjaga akhlak, dan menjadi sumber pahala jariyah bagi orang tua.
Kedudukan Doa Anak Saleh
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Apabila seorang manusia meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak Saleh yang mendoakannya.” (HR. Muslim)
Hadis ini menunjukkan betapa besar peran anak saleh dalam mengalirkan pahala bagi orang tuanya, bahkan setelah mereka wafat.
Doa Anak untuk Orang Tua
Allah mengajarkan dalam Al-Qur’an (QS. Al-Isra: 24):
رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيٰنِيْ صَغِيْرًاۗ
Artinya: “Wahai Tuhanku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua (menyayangiku ketika) mendidik aku pada waktu kecil.”
Doa ini adalah wujud bakti seorang anak kepada orang tuanya, bukan hanya saat mereka hidup, tetapi juga setelah wafat.
Doa Anak Saleh sebagai Cermin Akhlak
Doa bukan sekadar ucapan, tetapi harus tercermin dalam perilaku sehari-hari:
* Taat beribadah kepada Allah.
* Hormat dan berbakti kepada orang tua.
* Menjaga akhlak dalam pergaulan.
* Menjadi teladan kebaikan di masyarakat.
Dengan begitu, anak saleh bukan hanya mendoakan, tetapi juga menjadi doa yang hidup bagi orang tuanya.
Dimensi Doa Anak Saleh
Doa anak Saleh memiliki tiga dimensi utama:
* Spiritual: Menghubungkan anak dengan Allah melalui doa, menjadikan doa sebagai ibadah hati.
* Etis: Mengajarkan anak untuk berbakti, berterima kasih, dan menghormati orang tua.
* Pendidikan: Membentuk karakter anak agar doa tidak berhenti di lisan, tetapi hidup dalam perilaku sehari-hari.
Doa sebagai Refleksi Akhlak
Doa anak saleh bukan hanya ucapan, tetapi harus tercermin dalam:
* Ibadah: Menjaga salat, membaca Qur’an, dan berzikir.
* Bakti: Merawat orang tua, mendoakan mereka, dan menjaga nama baik keluarga.
* Akhlak sosial: Menjadi teladan di masyarakat, menebar manfaat, dan menjauhi perilaku tercela.
Dengan begitu, anak saleh adalah “doa yang berjalan” – keberadaannya sendiri menjadi doa bagi orang tuanya.
Doa Anak Saleh sebagai Investasi Abadi
* Orang tua yang mendidik anak dengan iman dan akhlak sedang menanam benih doa yang akan terus tumbuh.
* Anak saleh menjadi sedekah jariyah hidup, karena setiap amal baiknya mengalirkan pahala bagi orang tua.
* Doa anak saleh adalah jaminan spiritual: meski orang tua telah tiada, doa anak tetap menjadi penghubung kasih sayang.
Refleksi Praktis
Bagi kita sebagai orang tua, guru, atau pemimpin:
* Tugas utama bukan hanya memberi nafkah, tetapi menanamkan iman dan akhlak agar anak menjadi Saleh.
* Doa anak saleh adalah hasil dari pendidikan fitrah: membimbing anak mengenal Allah, berbakti pada orang tua, dan berguna bagi masyarakat.
* Indikator anak saleh: bukan hanya rajin berdoa, tetapi juga taat ibadah, berakhlak mulia, dan menebar manfaat. (*)
