Ada sebuah doa yang keluar dari hati seorang hamba dalam keadaan letih, lapar, sendirian, dan tak punya apa-apa selain harapan kepada Rabbnya. Doa itu adalah doa Nabi Musa ‘alaihissalam ketika beliau melarikan diri dari Mesir dan sampai di Madyan. Dengan penuh kerendahan hati, beliau berkata:
“Rabbi inni lima anzalta ilayya min khairin faqir.”
(Ya Rabbku, sesungguhnya aku sangat fakir terhadap segala kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku)
Doa ini begitu dalam maknanya. Ia bukan sekadar permintaan, melainkan pengakuan:
1) Bahwa kita hanyalah hamba yang miskin di hadapan ALLAH.
2) Bahwa setiap kebaikan, sekecil apa pun, hanyalah pemberian-Nya.
3) Bahwa kebutuhan kita tidak pernah habis, sementara kasih sayang-Nya tidak pernah putus.
Lihatlah, dengan doa sederhana ini Allah bukakan jalan untuk Nabi Musa: makanan yang mengenyangkan, tempat tinggal yang aman, bahkan jodoh yang penuh keberkahan.
Karena itu jika hati terasa sempit, rezeki seakan tertutup, atau jalan hidup terasa buntu, ucapkan doa ini dengan penuh keikhlasan. Akui kefakiran kita, sandarkan segala urusan pada Allah, karena Dia-lah sebaik-baik Penolong.
Barakallahu fiikum.
