Dua Sumber Dosa dan Indahnya Sabar

Dua Sumber Dosa dan Indahnya Sabar
*) Oleh : Imam Budi Utomo
Anggota Majelis Tabligh PWM Jawa Timur
www.majelistabligh.id -

Saudaraku seiman, dalam kehidupan yang penuh dinamika ini, kita tak pernah luput dari kesalahan dan dosa.

وُضِعَ عنْ أمتي الخطأَ، و النسيانَ
Diletakkan pada umatku (sifat) salah dan lupa (HR. Thabrani, Imam Asy-Syuthi dan al-Albani mensahihkan hadis ini).

Rasulullah SAW telah mengingatkan kita, setiap manusia adalah tempatnya salah dan lupa. Namun, sebagai hamba Allah yang beriman, kita senantiasa berusaha untuk memperbaiki diri dan menjauhi perbuatan dosa.

Dalam satu riwayat, disebutkan bahwa ada dua hal utama yang menjadi penyebab seseorang terjerumus ke dalam dosa:

1. Karena belum tahu ilmunya. Ketidaktahuan akan suatu hukum atau aturan agama dapat menyebabkan seseorang melakukan perbuatan yang dilarang oleh Allah SWT. Oleh karena itu, menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim. Dengan ilmu, kita dapat membedakan antara yang haq dan yang bathil, antara yang halal dan yang haram.

2. Karena tidak sabar. Sifat tergesa-gesa dan tidak sabar seringkali menjadi pemicu seseorang melakukan dosa. Ketika hawa nafsu menguasai diri, seseorang cenderung bertindak tanpa pertimbangan yang matang, sehingga mudah terjerumus ke dalam perbuatan yang dilarang oleh Allah SWT.

Lalu, bagaimana cara kita mengatasi kedua hal tersebut? Jawabannya adalah dengan sabar. Sabar adalah kunci untuk meraih kebahagiaan dunia dan akhirat. Sabar bukan berarti pasrah dan tidak melakukan apa-apa. Sabar adalah kemampuan untuk mengendalikan diri, menahan emosi, dan tetap teguh dalam menjalankan perintah Allah SWT.

Sabar meliputi tiga aspek penting:

1. Sabar dalam menjalankan ketaatan kepada Allah Ta’ala. Melaksanakan salat, puasa, zakat, dan ibadah lainnya membutuhkan kesabaran dan keistiqamahan. Terkadang, kita merasa berat dan malas untuk melakukannya. Namun, dengan kesabaran, kita akan mampu melewati segala rintangan dan terus meningkatkan kualitas ibadah kita.

2. Sabar dalam menjauhi larangan/dosa. Menghindari perbuatan dosa bukanlah perkara mudah. Godaan setan selalu mengintai kita. Namun, dengan kesabaran, kita akan mampu menahan diri dari perbuatan maksiat dan senantiasa berada di jalan yang diridhai Allah SWT.

3. Sabar dalam menghadapi ujian. Kehidupan ini tidak selalu berjalan mulus. Terkadang, kita dihadapkan pada berbagai macam ujian dan cobaan. Sakit, kehilangan, kesulitan ekonomi, dan masalah lainnya adalah bagian dari ujian kehidupan. Dengan kesabaran, kita akan mampu menghadapi segala ujian tersebut dengan tegar dan tawakkal kepada Allah SWT.

Saudaraku, marilah kita senantiasa berusaha untuk meningkatkan ilmu agama kita dan melatih diri untuk menjadi pribadi yang sabar. Dengan ilmu dan kesabaran, insya Allah kita akan mampu menjauhi perbuatan dosa dan meraih kebahagiaan dunia dan akhirat. (*)

Tinggalkan Balasan

Search