*)Oleh: Sigit Subiantoro
Anggota Majelis Tabligh PDM Kabupaten Kediri
Dunia adalah tempat persinggahan sementara, seperti makanan yang dikonsumsi dan kemudian menjadi kotoran, dunia hanyalah tempat sementara bagi manusia sebelum menuju akhirat yang kekal.
Meskipun terlihat menjanjikan dan menggoda, segala kenikmatan dunia pada akhirnya akan sirna dan tidak ada nilainya di akhirat.
Dunia diumpamakan seperti kotoran manusia yang menjelaskan bahwa dunia ini, meskipun terlihat indah dan menarik, pada akhirnya akan menjadi sesuatu yang hina dan tidak berharga, seperti kotoran.
Manusia harus bijak dalam menyikapi dunia, mengingatkan manusia untuk tidak terlalu terlena dengan keindahan dunia dan melupakan akhirat.
Contoh perumpamaan dunia dalam hadis:
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Perbandingan dunia dan akhirat seperti orang yang mencelupkan jari tangannya ke laut, lalu diangkatnya dan dilihatnya apa yang diperolehnya.” (HR Muslim)
Dunia seperti nyamuk,
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Seandainya dunia ini ada nilainya di sisi Allah, meskipun seberat sayap nyamuk, niscaya Allah tidak akan memberikan seteguk air pun kepada- orang kafir.” (HR Tirmidzi)
Hadis-hadis ini memberikan pelajaran bahwa dunia bukanlah tujuan akhir, tetapi hanya sarana untuk mencapai kebahagiaan hakiki di akhirat.
Semoga bermanfaat. (*)
