eLKISI Tegaskan Peran Sebagai Kiblat Pendidikan Islam Internasional dalam Silatnas ke-12

www.majelistabligh.id -

Pondok Pesantren eLKISI kembali menegaskan posisinya sebagai kiblat pendidikan Islam berstandar internasional dan pusat gerakan dakwah global dalam perhelatan Silaturahim Nasional (Silatnas) ke-12, yang digelar pada Ahad ( 27/7/2025). Ribuan jemaah dari berbagai provinsi dan pulau—termasuk dari Banjarmasin, Kalimantan—menghadiri acara akbar ini, menjadi bukti bahwa eLKISI bukan sekadar pesantren lokal, melainkan lembaga Islam yang berorientasi pada kemajuan dunia dan keselamatan akhirat.

Dalam sambutannya, Wakil Menteri Agama RI, Dr. KH. R. Muhammad Syafi’i, SH, M.Hum, menyampaikan apresiasi atas kontribusi eLKISI dalam dakwah dan pendidikan Islam:

“eLKISI bukan hanya lembaga pendidikan, tapi agen perubahan peradaban Islam. Dari tempat ini, lahir santri-santri dakwah yang tidak hanya siap membela umat, tapi juga mengglobal dengan karakter ulama sekaligus profesional,” ujarnya.

eLKISI Tegaskan Peran Sebagai Kiblat Pendidikan Islam Internasional dalam Silatnas ke-12
Ribuan jemaah dari berbagai provinsi dan pulau—termasuk dari Banjarmasin, Kalimantan—menghadiri Silatnas ke-12 elKISI. (foto:ist)

Dari Markaz Lughoh eLKISI, tahun ini tercatat 82 santri diterima di Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir, sebuah capaian yang menandai keberhasilan program internasionalisasi pesantren secara sistematis dan terukur.

Selain itu, 15 santri lolos melalui jalur Pesantren Internasional Azhari, dan 2 santri lainnya sedang bersiap melanjutkan studi ke Libya. Capaian ini menegaskan posisi eLKISI sebagai pesantren rujukan dalam gerakan ekspor dakwah dan pendidikan Islam ke Timur Tengah.

Program-program unggulan lainnya—seperti Daurah Al-Azhar Mesir, Umrah Edukasi, Sanad Qur’an Internasional, serta kemitraan dengan berbagai lembaga dakwah mancanegara—semakin mengukuhkan eLKISI sebagai lembaga pendidikan Islam bertaraf global.

Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyah Dr. KH. Fathur Rohman Kamal, M.Si memberikan pandangan yang kuat mengenai peran strategis eLKISI:

“eLKISI adalah oase peradaban Islam modern. Kita menyaksikan bagaimana gerakan dakwah, kaderisasi, dan pendidikan di sini tidak hanya membumi, tetapi juga menjangkau langit peradaban dunia,” ujarnya.

Dalam suasana ukhuwah lintas organisasi, hadir pula berbagai tokoh penting nasional dan daerah, yakni;  Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur, Ketua Dewan Dakwah Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Jawa Timur, KH. Ali Manshur (YTP Kertosono), Ketua MUI dan PDM Mojokerto,  Ketua MWC NU Pungging dan  unsur Forkopimcam dan berbagai tokoh lintas Ormas, termasuk Banser dan Kokam yang kompak mengamankan acara.

Momen Silatnas ini juga dimanfaatkan sebagai ajang Pameran Dakwah dan Pendidikan Islam Terpadu, menampilkan seluruh unit lembaga yang berada di bawah naungan eLKISI:

  • PAUD Islam Internasional
  • Sekolah Dasar Alam Islam Internasional (SDAI)
  • SMP-SMA Boarding Internasional
  • Institut eLKISI (pendidikan tinggi berbasis dakwah)
  • Markaz Lughoh (bahasa dan persiapan kuliah ke Timur Tengah)
  • Markaz Qur’an (program tahfidz dan sanad internasional)
  • Poskestren (pos kesehatan pesantren 24 jam)
  • Program Umroh Edukasi
  • Serta puluhan ekstrakurikuler penguatan karakter global dan spiritual.

Tak kalah menggugah, acara juga menampilkan karya-karya inspiratif para santri dan penampilan anak-anak PAUD Internasional, mencerminkan bagaimana pendidikan Islam sejak usia dini telah dibingkai dengan visi dakwah global dan adab Qur’ani.

Lebih jauh, semangat solidaritas umat Islam dunia diwujudkan dengan penggalangan dana kemanusiaan untuk Palestina. Sebuah pesan kuat bahwa eLKISI tidak hanya mencetak kader ulama, tapi juga menumbuhkan jiwa aktivis kemanusiaan internasional.

Di tengah hiruk-pikuk dunia yang sering terpecah oleh konflik ideologis dan disintegrasi nilai, Silatnas ke-12 eLKISI hadir sebagai oasis globalisasi Islam rahmatan lil alamin. Dari Mojokerto, semangat ini dikirim ke dunia. (*/tim)

Tinggalkan Balasan

Search