Kegiatan Pondok Ramadan 1447 Hijriah di MI Muhammadiyah 3 Bulubrangsi (MI Muga Bulubrangsi) Lamongan berlangsung khidmat di halaman sekolah pada Senin (9/3/2026). Dalam kegiatan tersebut, Fathan Faris Saputro, M.Pd. menyampaikan materi bertajuk Menggapai Keberkahan Ramadan kepada para siswa yang mengikuti program pembinaan keagamaan selama bulan suci.
Fathan Faris Saputro yang akrab disapa Faris mengajak para siswa memahami makna keberkahan Ramadan melalui kedekatan dengan Al-Qur’an. Kegiatan ini diikuti para siswa dengan tertib sambil menunggu waktu berbuka puasa bersama.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Bulubrangsi yang memberikan dukungan terhadap pelaksanaan program pembinaan spiritual bagi para siswa.
Dalam pemaparannya, Faris menjelaskan bahwa bulan Ramadan memiliki keistimewaan karena menjadi bulan diturunkannya Al-Qur’an. Kitab suci umat Islam itu pertama kali diturunkan pada malam Lailatul Qadar dari Lauhul Mahfuz ke Baitul Izzah, kemudian disampaikan secara bertahap kepada Nabi Muhammad SAW selama 23 tahun. Wahyu pertama yang diterima Nabi adalah Surah Al-‘Alaq ayat 1–5.
Menurut Faris, terdapat empat hikmah besar diturunkannya Al-Qur’an pada bulan Ramadan. Pertama, turunnya Al-Qur’an menunjukkan kemuliaan bulan Ramadan. Allah SWT memilih bulan ini sebagai waktu diturunkannya kitab suci yang menjadi pedoman hidup bagi seluruh umat manusia.
Kedua, Al-Qur’an menjadi sarana perubahan menuju kehidupan yang lebih baik. Sejarah mencatat bagaimana ajaran Al-Qur’an mampu mengubah masyarakat jahiliah menjadi umat yang berperadaban dan berakhlak mulia.
Ketiga, suasana Ramadan yang penuh keberkahan menjadi momentum bagi umat Islam untuk lebih mudah menerima hidayah. Pada bulan ini, pahala amal kebaikan dilipatgandakan dan berbagai pintu kebaikan dibuka seluas-luasnya.
Keempat, Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk menghidupkan kembali kedekatan dengan Al-Qur’an, baik dengan membaca, memahami maknanya, maupun mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui pemahaman tersebut, Faris berharap para siswa dapat menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman utama dalam menjalani kehidupan. Tidak hanya selama Ramadan, tetapi juga dalam keseharian sepanjang waktu. (bilal)
