Emergency Medical Team (EMT) Muhammadiyah pada hari ini, Sabtu (18/10/2025), resmi memulai proses verifikasi internasional dari World Health Organization (WHO). Verifikasi yang dijadwalkan berlangsung selama dua hari ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan EMT Muhammadiyah sebagai bagian dari aktor kemanusiaan global, khususnya dalam penyediaan layanan medis tanggap bencana yang sesuai standar internasional.
Ketua Bidang EMT MDMC, dr. Corona Rintawan, menjelaskan bahwa pencapaian ini adalah hasil dari proses panjang yang telah dirintis dan dipersiapkan secara serius selama bertahun-tahun.
“Proses menuju verifikasi ini telah melalui proses yang panjang dan telah dipersiapkan dengan serius sejak beberapa tahun lalu,” jelasnya.
Ia menuturkan, inisiasi persiapan dimulai sejak tahun 2020, namun sempat tertunda karena pandemi COVID-19. Baru setelah Muktamar Muhammadiyah di Surakarta, semangat untuk melanjutkan proses ini kembali menguat.
“Setelah Muktamar Muhammadiyah di Surakarta, semangat untuk melanjutkan verifikasi kembali menguat. Indonesia yang awalnya berada di bawah South East Asia Regional Office, sekarang berganti ke West Pacific Regional Office (WPRO). Maka dengan adanya perubahan itu, akhirnya kemarin WHO Pro memutuskan untuk mulai progress lagi untuk mengupdate kita melalui proses pre-verifikasi di bulan Juli,” terang dr. Corona saat ditemui pada Jumat (17/10).
Dukungan Internasional Perkuat Kapasitas EMT Muhammadiyah
Dalam proses pra-verifikasi, EMT Muhammadiyah mendapatkan dukungan penting dari lembaga-lembaga internasional seperti Robert Koch Institute (RKI) dan I.S.A.R Germany. Kolaborasi ini secara signifikan memperkuat kemampuan EMT Muhammadiyah dalam memenuhi standar dan prosedur global yang ditetapkan oleh WHO.
“Selama tiga tahun ini kami juga mendapat banyak support dari Robert Koch Institute (RKI) dan I.S.A.R Germany. Hingga akhirnya, di bulan Juli lalu, kami dianggap telah siap untuk melangkah ke tahap verifikasi internasional yang akan diselenggarakan Sabtu dan Minggu besok,” tambahnya.
Simulasi Kesiapan dan Komitmen Standarisasi
Menjelang proses verifikasi ini, tim EMT Muhammadiyah telah melakukan berbagai persiapan teknis, mulai dari penataan standar operasional prosedur (SOP), penyediaan logistik, hingga penguatan peralatan medis. Sebagai bentuk simulasi kesiapan, mereka juga telah melaksanakan gladi lapang pada 15–17 September lalu.
dr. Corona menyampaikan bahwa semua langkah ini mencerminkan komitmen kuat Muhammadiyah dalam menyediakan layanan medis kebencanaan yang tanggap, profesional, dan berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan.
“Sejak 2016, MDMC telah menjadi bagian dari Emergency Medical Team Supportive Initiative Working Group, yang berada di bawah koordinasi WHO. Bahkan hingga kini, MDMC menjadi satu-satunya lembaga di Indonesia yang menjadi mitra resmi WHO dalam isu-isu terkait EMT ini,” ungkapnya.
Dedikasi untuk Kemanusiaan Nasional dan Global
Dengan fokus utama pada peningkatan mutu pelayanan bagi para penyintas bencana, Muhammadiyah terus berupaya memenuhi standar global agar dapat berkontribusi lebih besar, baik di tingkat nasional maupun internasional.
“Untuk memastikan pelayanan terbaik, maka standarnya juga harus sesuai. Dengan begitu, kita bisa dapat lebih berperan untuk menyejahterakan bangsa. Usaha-usaha ini tentunya juga tidak mudah dan memerlukan pengorbanan yang tidak sedikit. Tapi disinilah nilai pengabdian itu berada, dan kita di Muhammadiyah harus terus berusaha melakukan yang terbaik di semua sektor,” tegas dr. Corona.
Proses verifikasi oleh WHO ini menjadi momen bersejarah bagi EMT Muhammadiyah — tidak hanya sebagai pengakuan atas kapasitas yang dimiliki, tetapi juga sebagai penguatan posisi Muhammadiyah dalam kontribusi nyata di sektor kemanusiaan global. Dengan semangat kolaborasi, nilai tolong-menolong, dan visi untuk memuliakan kehidupan, Muhammadiyah terus berkomitmen menjadi garda terdepan dalam pelayanan kesehatan tanggap bencana yang unggul, profesional, dan terstandarisasi. (*/tim)
