Etika Rezeki yang Membentuk Karakter

Etika Rezeki yang Membentuk Karakter
*) Oleh : M. Mahmud
Ketua PRM Kandangsemangkon Paciran Lamongan Jawa Timur
www.majelistabligh.id -

Etika rezeki adalah cara pandang dan sikap seseorang dalam mencari, menerima, serta menggunakan rezeki sesuai dengan nilai moral dan spiritual. Rezeki bukan sekadar materi, tetapi juga ilmu, kesehatan, kesempatan, dan hubungan. Ketika etika rezeki dijaga, ia akan membentuk karakter yang kuat, jujur, dan bermanfaat.

Rezeki tidak hanya datang dari usaha, tetapi dari cara memperlakukannya. Kembali kepada Allah menumbuhkan kejujuran, amanah, dan tanggungjawab dalam mencari nafkah. Karakter ini tidak hanya memperbaiki hubungan dengan Allah SWT, tetapi juga meningkatkan kepercayaan sosial.

Prinsip Etika Rezeki

* Halal dan Thayyib
Rezeki harus diperoleh dengan cara yang halal dan baik. Halal menjaga kebersihan sumber, thayyib menjaga keberkahan hasil.

* Syukur dan Qana’ah
Mensyukuri apa yang ada, menerima dengan lapang dada, tanpa menghalangi ikhtiar untuk lebih baik.

* Adil dan Amanah
Tidak merugikan orang lain, menjaga kepercayaan, dan menunaikan hak orang lain dari rezeki yang diperoleh.

* Infaq dan Berbagi
Rezeki yang baik adalah yang mengalir. Dengan berbagi, karakter kepedulian dan empati tumbuh.

* Ikhtiar dan Tawakkal
Usaha maksimal disertai penyerahan diri kepada Allah, melatih karakter sabar dan rendah hati.

Dampak terhadap Karakter

* Kejujuran: mencari rezeki dengan cara halal melatih integritas.

* Kerendahan hati: menyadari bahwa rezeki adalah titipan, bukan hasil semata dari usaha pribadi.

* Kepedulian sosial: berbagi rezeki menumbuhkan solidaritas dan kasih sayang.

* Kedisiplinan: etika kerja yang baik membentuk karakter tanggung jawab.

* Keteguhan iman: tawakkal dan syukur memperkuat spiritualitas dalam menghadapi dinamika hidup.

Al-Qur’an menegaskan bahwa rezeki bukan sekadar materi, tetapi amanah yang harus dicari dengan cara halal, disyukuri, dan dibagikan. Ayat-ayat tentang rezeki juga membentuk karakter: jujur, sabar, tawakkal, dan peduli.

Ayat-Ayat Al-Qur’an tentang Etika Rezeki

1. Rezeki Dijamin Allah
* QS. Hud [11]: 6
۞ وَمَا مِنْ دَاۤبَّةٍ فِى الْاَرْضِ اِلَّا عَلَى اللّٰهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۗ كُلٌّ فِيْ كِتٰبٍ مُّبِيْنٍ
Artinya: Tidak satu pun hewan yang bergerak di atas bumi melainkan dijamin rezekinya oleh Allah. Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya.350) Semua (tertulis) dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuz).
350).

Menurut sebagian mufasir, yang dimaksud dengan tempat kediaman adalah dunia dan tempat penyimpanan adalah akhirat. Menurut mufasir lain, maksud tempat kediaman adalah rahim dan tempat penyimpanan adalah tulang sulbi.

Membentuk karakter tawakkal dan percaya janji Allah.

2. Rezeki karena Takwa dan Tawakkal
* QS. At-Talaq [65]: 2-3
فَاِذَا بَلَغْنَ اَجَلَهُنَّ فَاَمْسِكُوْهُنَّ بِمَعْرُوْفٍ اَوْ فَارِقُوْهُنَّ بِمَعْرُوْفٍ وَّاَشْهِدُوْا ذَوَيْ عَدْلٍ مِّنْكُمْ وَاَقِيْمُوا الشَّهَادَةَ لِلّٰهِ ۗذٰلِكُمْ يُوْعَظُ بِهٖ مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِ ەۗ وَمَنْ يَّتَّقِ اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّهٗ مَخْرَجًا ۙ وَّيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُۗ وَمَنْ يَّتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ فَهُوَ حَسْبُهٗ ۗاِنَّ اللّٰهَ بَالِغُ اَمْرِهٖۗ قَدْ جَعَلَ اللّٰهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا
2. Apabila mereka telah mendekati akhir idahnya, rujuklah dengan mereka secara baik atau lepaskanlah mereka secara baik dan persaksikanlah dengan dua orang saksi yang adil dari kamu dan hendaklah kamu tegakkan kesaksian itu karena Allah. Yang demikian itu dinasihatkan kepada orang-orang di antara kamu yang beriman kepada Allah dan hari akhir. Siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya

3. dan menganugerahkan kepadanya rezeki dari arah yang tidak dia duga. Siapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)-nya. Sesungguhnya Allahlah yang menuntaskan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah membuat ketentuan bagi setiap sesuatu.

Menumbuhkan karakter ketaatan, optimisme, dan sabar.

3. Rezeki karena Usaha
* QS. An-Najm [53]: 39
وَاَنْ لَّيْسَ لِلْاِنْسَانِ اِلَّا مَا سَعٰىۙ
Artinya: Bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya,

Membentuk karakter disiplin, kerja keras, dan tanggung jawab.

4. Rezeki karena Syukur
* QS. Ibrahim [14]: 7
وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ
Artinya: (Ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), sesungguhnya azab-Ku benar-benar sangat keras.”

Melatih karakter rendah hati dan positif.

5. Rezeki karena Istighfar
* QS. Nuh [71]: 10-11
فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوْا رَبَّكُمْ اِنَّهٗ كَانَ غَفَّارًاۙ يُّرْسِلِ السَّمَاۤءَ عَلَيْكُمْ مِّدْرَارًاۙ
10. Lalu, aku berkata (kepada mereka), “Mohonlah ampun kepada Tuhanmu. Sesungguhnya Dia Maha Pengampun.
11. (Jika kamu memohon ampun,) niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu,

Membentuk karakter pembersihan diri dan kesadaran spiritual.

6. Rezeki karena Infaq dan Sedekah
* QS. Saba’ [34]: 39
قُلْ اِنَّ رَبِّيْ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَّشَاۤءُ مِنْ عِبَادِهٖ وَيَقْدِرُ لَهٗ ۗوَمَآ اَنْفَقْتُمْ مِّنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهٗ ۚوَهُوَ خَيْرُ الرّٰزِقِيْنَ
Artinya: Katakanlah (Nabi Muhammad), “Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkannya.” Suatu apa pun yang kamu infakkan pasti Dia akan menggantinya. Dialah sebaik-baik pemberi rezeki.

Menumbuhkan karakter dermawan, empati, dan solidaritas sosial.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Search