”The past is history to be studied, the future is a trust to be repaired”
“(Masa lalu adalah sejarah untuk dipelajari, masa depan adalah amanah untuk diperbaiki)”
Januari 2026 telah tiba. Di balik kemeriahan selebrasi media sosial, terselip hakikat yang mendalam: bertambahnya angka tahun berarti berkurangnya jatah usia. Tahun baru bukan sekadar perayaan “selamat datang”, melainkan momentum sakral untuk mengucapkan “selamat tinggal” pada keburukan masa lalu.
Allah SWT mengingatkan kita dalam firman-Nya,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ…
Artinya:
“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat)…“(Qs. Al-Hasyr: 18)
Ayat ini memerintahkan muhasabah (evaluasi diri). Kita diajak menimbang bekal apa yang sudah disiapkan untuk masa depan, baik di dunia maupun akhirat.
Imam Qusyairi menegaskan bahwa tanda semangat baru adalah memperbaiki hari ini, merencanakan esok dengan lebih baik, dan memuliakan setiap detik waktu dengan amal saleh.
Marilah kita jadikan pergantian tahun sebagai cermin besar untuk berbenah. Jangan biarkan 2026 menjadi pengulangan kesalahan masa lalu. Jadilah pribadi yang terus meningkat (progresif), karena orang yang berhenti tumbuh sejatinya sedang melangkah menuju kerugian.
Semoga bermanfaat.
