Festival Budaya Internasional UIM 2026 Tampilkan Keragaman Dunia di Madinah

Festival Budaya Internasional UIM 2026 Tampilkan Keragaman Dunia di Madinah
www.majelistabligh.id -

Untuk melihat keragaman dunia dalam satu tempat, cukup datang ke Universitas Islam Madinah. Kampus ini kembali menggelar festival budaya internasional bertajuk International Cultural Festival yang berlangsung pada 30 Maret hingga 6 April 2026.

Festival tahunan yang rutin diadakan setiap bulan Syawal ini menjadi ajang pertemuan berbagai budaya dari penjuru dunia. Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Gubernur Madinah Pangeran Salman bin Sultan Al Saud. dan turut dihadiri para duta besar serta perwakilan negara-negara sahabat yang berada di Arab Saudi.

Ratusan stan yang berpartisipasi menghadirkan kekayaan budaya khas masing-masing negara. Pengunjung dapat menikmati beragam sajian kuliner tradisional, minuman khas, kerajinan tangan, parfum atau minyak wangi, hingga pengobatan herbal dan resep tradisional. Tak hanya itu, pakaian adat, permainan tradisional, serta kebiasaan unik dari berbagai bangsa juga turut diperagakan secara langsung.

Stan-stan tersebut dikelola oleh mahasiswa UIM yang berasal dari berbagai belahan dunia. Mereka datang dari negara-negara Afrika, kawasan Timur Tengah seperti Bahrain, Qatar, Suriah, Sudan, Lebanon, dan Yaman; dari Eropa seperti Prancis dan Inggris; hingga kawasan Amerika seperti Meksiko dan Brasil. Selain itu, mahasiswa dari Asia juga turut ambil bagian, di antaranya dari Rusia, Uzbekistan, Indonesia, Singapura, Sri Lanka, Malaysia, Thailand, Brunei, China, dan Taiwan.

Indonesia menjadi salah satu stan yang banyak menarik perhatian pengunjung. Selain dikenal dengan keramahan masyarakatnya, jumlah mahasiswa Indonesia di Universitas Islam Madinah juga cukup besar. Hal ini membuat stan Indonesia tampil meriah dengan berbagai sajian khas Nusantara, mulai dari kuliner, busana tradisional, hingga seni budaya yang memikat.

Selain pameran budaya, festival ini juga menghadirkan panggung utama yang menampilkan beragam pertunjukan seni dari berbagai negara. Para mahasiswa menampilkan atraksi seperti tarian tradisional, musik khas daerah, hingga drama atau sandiwara singkat yang dibawakan dalam bahasa Arab dan Inggris, dengan mengangkat cerita dan nilai-nilai budaya masing-masing bangsa.

Acara ini terbuka untuk umum, baik bagi mahasiswa, masyarakat lokal, maupun jamaah umrah yang tengah berada di Kota Madinah. Dengan konsep yang inklusif dan edukatif, festival ini tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga mempererat hubungan antarbangsa serta memperkenalkan kekayaan budaya dunia dalam suasana yang harmonis dan penuh toleransi. (Slamet Muliono Redjosari)

Tinggalkan Balasan

Search