”The tongue has no bones, but it is strong enough to break hearts and ruin reputations”
“(Lidah itu tidak bertulang, tapi ia cukup kuat untuk menghancurkan hati dan merusak reputasi)”
Fitnah itu laksana percikan api kecil yang sering diremehkan. Jika dibiarkan, ia akan menjadi bara panas yang melalap habis kehormatan dan nama baik banyak orang. Lebih parah dari sekadar kerugian duniawi, dosa dari fitnah akan terus menyala, menanti pengadilan sejati dari Allah Swt. Inilah mengapa Al-Qur’an memberi peringatan keras,
وَٱلْفِتْنَةُ أَكْبَرُ مِنَ ٱلْقَتْلِ
Artinya:
“Dan fitnah itu lebih besar (dosanya) daripada pembunuhan.” (Qs. Al-Baqarah: 217)
Para ulama tafsir menjelaskan, kata “fitnah” di ayat ini memiliki makna luas, termasuk syirik, kekafiran, cobaan yang menyesatkan, dan juga penyesatan umat dari kebenaran. Dalam konteks yang kita pahami di masyarakat (tuduhan palsu/gossip), fitnah tetap menjadi dosa besar karena dampaknya merusak keimanan dan persatuan umat. Rasulullah Saw bersabda,
عَنْ الْمِقْدَادِ بْنِ الْأَسْوَدِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ ايْمُ اللَّهِ لَقَدْ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ السَّعِيدَ لَمَنْ جُنِّبَ الْفِتَنَ إِنَّ السَّعِيدَ لَمَنْ جُنِّبَ الْفِتَنِ إِنَّ السَّعِيدَ لَمَنْ جُنِّبَ الْفِتَنُ وَلَمَنْ ابْتُلِيَ فَصَبَرَ فَوَاهًا
Artinya:
“Dari al Miqdad bin al Aswad Radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata: Demi Allah! Aku telah mendengar Rasulullah Saw bersabda:“Sesungguhnya orang yang berbahagia adalah orang yang dijauhkan dari fitnah. Sesungguhnya orang yang berbahagia adalah orang yang dijauhkan dari fitnah. Sesungguhnya orang yang berbahagia adalah orang yang dijauhkan dari fitnah. Dan barangsiapa yang mendapat ujian lalu bersabar, maka alangkah bagusnya.“(HR. Abu Dawud dalam Sunan-nya No. 4263 (4/460).
Hadis tersebut mengajarkan bahwa kebahagiaan sejati adalah bagi orang yang terhindar dari segala bentuk fitnah dan ujian, serta bagi mereka yang sabar dalam menghadapi ujian yang datang.
Oleh karena itu, jauhi fitnah, baik menyebarkan maupun terperangkap di dalamnya. Bertakwalah, sebab hanya dengan takwa kita akan mendapat jalan keluar dari segala fitnah. Semoga kita termasuk orang-orang yang beruntung, yang dijauhkan dari marabahaya lisan dan perbuatan tercela.
Semoga bermanfaat.
