Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) berkolaborasi dengan PT Marvin Perceka Edukasi sukses menyelenggarakan webinar bertajuk “Learn More, Earn More: Strategi Belajar Sukses Bisnis Bimbingan Belajar” pada Jumat (9/1) malam melalui platform Zoom Meeting.
Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari berbagai daerah di Indonesia, yang terdiri atas pendidik, calon wirausahawan, hingga pelaku usaha pendidikan yang ingin mengembangkan model bisnis bimbingan belajar secara berkelanjutan.
Webinar ini mengangkat tema transformasi bimbingan belajar di tengah perkembangan teknologi digital. Bimbingan belajar tidak lagi dipahami semata sebagai aktivitas pengajaran konvensional, melainkan telah berkembang menjadi sebuah ekosistem usaha pendidikan yang adaptif, fleksibel, dan memiliki prospek ekonomi jangka panjang. Sektor ini dinilai tetap relevan dan tahan terhadap perubahan, terutama jika dikelola dengan pendekatan manajemen modern dan dukungan teknologi.
Sebagai narasumber utama, Dede Hermawan, Komisaris PT Marvin Perceka Edukasi, memaparkan strategi pengembangan bisnis bimbingan belajar berbasis kemitraan. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan model operasional bimbel modern, pemanfaatan sistem digital dalam pembelajaran dan manajemen, serta perhitungan struktur biaya dan potensi keuntungan yang terukur.
“Bisnis bimbingan belajar merupakan sektor yang tidak hanya menjanjikan secara ekonomi, tetapi juga memiliki nilai sosial yang kuat. Melalui sistem kemitraan, kami membuka peluang bagi masyarakat untuk terlibat dalam usaha pendidikan dengan model yang telah teruji, terstandar, dan berorientasi pada keberlanjutan,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, PT Marvin Perceka Edukasi juga menawarkan peluang kemitraan bisnis bimbingan belajar Marvin, yang terbuka bagi para pengusaha SUMU. Skema kemitraan ini dirancang untuk memberikan kemudahan bagi mitra, mulai dari dukungan sistem pembelajaran, pelatihan pengelola dan tutor, hingga pendampingan operasional dan pengembangan usaha. Model ini diharapkan dapat menjadi solusi bagi calon pengusaha yang ingin masuk ke sektor pendidikan tanpa harus membangun sistem dari awal.
Sesi diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan seputar kesiapan modal, mekanisme kemitraan, serta tantangan persaingan bimbingan belajar di era digital. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya minat terhadap bisnis pendidikan yang dikelola secara profesional dan berbasis kolaborasi.
Melalui kegiatan ini, SUMU menegaskan perannya sebagai ruang katalisator lahirnya wirausaha-wirausaha baru yang berorientasi pada nilai, kebermanfaatan sosial, dan keberlanjutan usaha. SUMU berkomitmen untuk terus menghadirkan program edukatif dan jejaring kolaboratif yang mendukung pertumbuhan ekosistem bisnis, khususnya di sektor pendidikan.
Informasi lebih lanjut mengenai program-program SUMU serta peluang kemitraan bimbingan belajar Marvin dapat diperoleh melalui Admin SUMU (0812 2359 5336) atau dengan mengunjungi situs resmi www.sumu.or.id. (soleh)
