Gedung Baru Belum Rampung, RS Muhammadiyah Babat Tetap Layani BOR di Atas 70 Persen

www.majelistabligh.id -

Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur menegaskan komitmennya dalam memperkuat layanan kesehatan umat melalui pembangunan Rumah Sakit (RS) Muhammadiyah Babat.

Hal ini tampak dalam kunjungan Ketua Majelis Pembinaan Kesehatan Umat (MPKU) PWM Jatim, Dr. Mundakir, ke lokasi pembangunan rumah sakit di Babat, Lamongan, pada Jumat (18/4/2024).

Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bagian dari agenda beliau mengisi Kajian Jumat Pagi di lingkungan Muhammadiyah Babat.

Usai memberikan ceramah keislaman, Dr. Mundakir menyempatkan diri untuk meninjau langsung progres pembangunan rumah sakit kelas D yang digagas oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Babat bekerja sama dengan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lamongan dan PWM Jatim.

“Saya hadir di sini untuk mengisi Kajian Jumat Pagi, dan saya manfaatkan sekaligus untuk meninjau lokasi pembangunan RS Muhammadiyah Babat. Rumah sakit ini sedang berkembang pesat dan terus mendapatkan kepercayaan dari masyarakat,” ujar Mundakir.

Menurut dia, RS Muhammadiyah Babat menunjukkan performa yang luar biasa. Meski sedang melakukan perluasan dan pembangunan fasilitas, kunjungan pasien tetap tinggi, dimana Bed Occupation Rate (BOR) di atas 70 persen.

“Ini menunjukkan adanya kebutuhan besar masyarakat terhadap layanan kesehatan Islami yang profesional. Maka pembangunan rumah sakit ini harus kita dukung secara serius, dengan konsep modern dan mengedepankan mutu pelayanan,” jelas Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya) ini.

Dalam kunjungan tersebut, Mundakir didampingi oleh tokoh-tokoh penting Muhammadiyah setempat, antara lain Drs. H. Muntholib Sukandar (Wakil Ketua PDM Lamongan yang membidangi kesehatan dan penasihat PCM Babat), dr. Ernik Saptowati, M.Kes (Direktur RS Muhammadiyah Babat), dan Ketua PCM Babat H. Ahmad Arif Rahman, SE, MH.

Pembangunan RS Muhammadiyah Babat tidak hanya berupa renovasi, tetapi pembangunan gedung baru berlantai delapan yang lebih representatif.

Proyek ini dirancang untuk memenuhi standar akreditasi nasional dan menjawab tuntutan pelayanan kesehatan masyarakat yang terus meningkat.

“RS Muhammadiyah Babat mengalami peningkatan kepercayaan dari masyarakat. Oleh karena itu, pengembangan fasilitas ini sangat penting agar pelayanan bisa lebih optimal dan profesional,” tegas Mundakir.

Lebih dari sekadar fasilitas medis, imbuh dia, RS Muhammadiyah Babat dibangun dengan semangat dakwah kemanusiaan.

“Rumah sakit ini mengusung visi sebagai penyedia layanan kesehatan yang Islami, unggul, dan profesional. Sistem manajemennya diarahkan agar akuntabel, efisien, dan memenuhi prinsip-prinsip etika pelayanan Islami,” tegas Mundakir.

Sementara itu, Muntholib Sukandar menyatakan bahwa pembangunan ini adalah buah dari semangat gotong royong dan kolaborasi antara struktur Muhammadiyah di berbagai tingkatan.

“Semangat gotong royong dan keikhlasan dalam membangun rumah sakit ini menjadi energi yang sangat besar. Muhammadiyah selalu menempatkan pelayanan kesehatan sebagai bagian dari misi dakwah kemanusiaan,” ujarnya.

PWM Jatim berharap RS Muhammadiyah Babat dapat menjadi rumah sakit rujukan bagi wilayah Lamongan bagian barat dan sekitarnya.

Selain sebagai pusat layanan medis, rumah sakit ini juga diharapkan menjadi pusat kegiatan sosial dan keagamaan yang menyatu dalam gerakan dakwah Muhammadiyah.

Di akhir kunjungannya, Mundakir menyampaikan pesan kepada seluruh pengelola dan tim RS Muhammadiyah Babat agar menjaga amanah ini dengan penuh tanggung jawab.

“Rumah sakit ini adalah amanah umat. Mari kita rawat bersama-sama, dengan integritas, profesionalisme, dan semangat melayani sebagai bentuk ibadah kepada Allah SWT,” pungkasnya.

Setelah berkunjung ke RS Muhammadiyah Babat, Mundakir juga mengunjungi Rumah Sakit Umum (RSU)  Muhammadiyah Babat. Rumah Sakit kelas C ini didirikan di atas seluas 11.155 meter persegi dan memiliki luas bangunan 14.051 meter persegi.  (wh)

 

Tinggalkan Balasan

Search