Gelar KKN Internasional, UMM Perluas Jaringan Global

Mahasiswa UMM diberangkatkan dalam program KKN Internasional ke Malaysia. (ist)
www.majelistabligh.id -

Sebanyak empat mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memperluas pengabdian masyarakat ke ranah internasional melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional. Para mahasiswa tersebut telah berangkat ke Malaysia, Rabu (21/01/2026).

Program KKN Internasional ini menjadi langkah strategis UMM dalam memperluas kontribusi akademik dan sosial ke ranah global. Program ini menjadi pintu awal bagi UMM untuk menghadirkan pengabdian masyarakat yang tidak hanya berdampak lokal, tetapi juga relevan secara internasional.

Wakil Rektor IV UMM, Muhamad Salis Yuniardi, M.Psi., Ph.D., dalam sambutannya saat melepaskan mahasiswa KKN tersebut menegaskan bahwa KKN Internasional bukan sekadar kegiatan pengabdian lintas negara, melainkan bagian dari strategi internasionalisasi UMM yang berbasis nilai dan kebermanfaatan nyata.

Menurutnya, mahasiswa yang diberangkatkan membawa tanggung jawab besar sebagai representasi institusi di ruang global. “Mahasiswa diharapkan mampu menunjukkan keunggulan akademik, kepekaan sosial, serta nilai-nilai kemuhammadiyahan dalam konteks lintas budaya,” ungkapnya.

Pihaknya menambahkan, dalam pelaksanaan KKN Internasional ini, kampus putih menggandeng PERMAI Malaysia (Persatuan Masyarakat Indonesia di Malaysia) sebagai mitranya. Menurutnya, kerja sama dengan PERMAI Malaysia dipilih karena adanya karakter komunitas yang unik.

Meskipun secara kewarganegaraan mereka telah berasimilasi sebagai warga Malaysia,  namun ikatan kultural dan emosional dengan Indonesia masih sangat kuat, sehingga menjadi ruang yang tepat bagi mahasiswa UMM untuk menjalankan pengabdian berbasis lintas budaya.

Sejalan dengan hal tersebut, Ketua Lembaga Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UMM, Prof. Dr. Ir. Sutawi, MP., menuturkan bahwa program KKN Internasional ini pertama kali yang diinisiasi oleh LPPM sebagai bentuk pengembangan skema pengabdian berbasis internasional. Kemudian difasilitasi oleh Bidang Kerja Sama di bawah koordinasi Wakil Rektor IV.

Pada periode 2025–2026, UMM secara khusus memfokuskan penguatan jejaring pengabdian di kawasan ASEAN, seperti Malaysia, Thailand, dan Singapura.

“Kami memulai dari kawasan terdekat agar model pengabdian ini matang dan terukur. Jika program perdana ini berjalan dengan baik dan memberikan dampak nyata, maka ke depan jejaring pengabdian UMM akan diperluas hingga ke luar kawasan ASEAN,” jelasnya.

Ke depannya, UMM berharap jumlah peserta KKN Internasional dapat terus meningkat seiring dengan meluasnya jejaring mitra luar negeri. Program ini diharapkan menjadi salah satu unggulan pengabdian internasional UMM yang berkelanjutan dan berorientasi pada solusi nyata. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Search