SD Muhammadiyah 3 IKROM Wage menggelar kegiatan Pondok Anak Semalam, pada Jumat–Sabtu (21–22/11/2025 di Pondok Pesantren Al Fattah Sidoarjo. Sebanyak 91 siswa mengikuti pembinaan karakter, sebuah program yang dirancang untuk memperkuat kemandirian, kedisiplinan, dan akhlak mulia sejak usia sekolah dasar.
Kepala SD Muhammadiyah 3 IKROM Wage, Ustazah Nur Suciati, M.Pd dalam sambutan pembuka menyampaikan, kegiatan ini merupakan upaya sekolah untuk memberikan pengalaman langsung kepada siswa mengenai kehidupan yang berdisiplin dan berakhlakul karimah.
“Pondok Anak Semalam IKROM ini kami selenggarakan untuk menempa karakter anak-anak agar tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, teratur, dan beradab,” ungkapnya.

Di sisi lain, Kepala Pondok Pesantren Al Fattah, Ustadz Nuris Fachruddin, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Al Fattah sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan. Ia juga menegaskan, setiap aktivitas di pesantren memiliki nilai pendidikan tersendiri.
“Segala sesuatu yang anak-anak alami di Pondok Pesantren semuanya merupakan proses pendidikan ” tegasnya.
Hari Pertama: Edukasi Mendalam, Sikap Mulia Ditanamkan
Setelah melaksanakan salat Ashar berjamaah, siswa mengikuti sejumlah materi yang disusun secara sistematis dan interaktif.
1. Materi Salat, Dzikir, dan Wudhu
Disampaikan oleh Himpunan Santri Al Fattah (HISFA) dari Departemen Pendidikan dan Peribadatan. Melalui pemaparan materi dan praktik langsung, para siswa diajak memperbaiki tata cara ibadah sehari-hari dengan benar dan sesuai syariat Islam.
2. Materi Kepesantrenan & Pembentukan Karakter
Disampaikan oleh Ustaz Helmi Faiz Amanulloh, SPd. dan Ustad Faisal Irsandi, SPd, MPd materi ini memperkenalkan kehidupan pesantren serta nilai-nilai kedisiplinan, kemandirian, dan akhlak mulia yang menjadi ciri khas pendidikan kepesantrenan.
3. Materi Literasi Media Sosial
Pada materi ini, Ustaz Fauzan Herdiansyah mengajak siswa memahami etika bersosial media, dan cara memanfaatkan platform media sosial secara bijak, aman, dan bertanggung jawab.
Hari Kedua: Ibadah, Kebersamaan, dan Penanaman Nilai
Hari kedua dimulai dengan salat Subuh berjamaah yang kemudian dilanjutkan dengan tadarus Al-Qur’an. Suasana pagi di pesantren menjadi momen pembentukan ruhiyah yang menenangkan sekaligus membangkitkan semangat para siswa.
Acara berlanjut dengan senam pagi dan tadabur alam keliling lingkungan pesantren, memberikan pengalaman menyegarkan sekaligus mengenalkan siswa pada suasana pondok yang tertib, bersih, dan nyaman. Setelah menikmati sarapan bersama, kegiatan memasuki sesi penutupan.
Pada penutupan, pihak penyelenggara memberikan penghargaan kepada siswa teraktif, yaitu: Affan Bahtiar, Frizt Justin, Alesya, dan Zaeema.
Siswa tersebut menyampaikan kesan positif mereka terhadap kegiatan ini. “Acara Pondok Anak Semalam IKROM sangat seru. Lingkungannya nyaman, bersih, dan pondoknya bagus,” ujar mereka dengan antusias.
Kegiatan Pondok Anak Semalam IKROM 2025 tidak hanya menjadi ajang kunjungan, tetapi juga sarana pembelajaran karakter yang nyata. Para siswa memperoleh pengalaman hidup yang memperkaya pemahaman mereka tentang ibadah, kedisiplinan, pembiasaan akhlak, serta kehidupan bersama dalam suasana pesantren.
Dengan demikian, Pondok Anak Semalam IKROM 2025 menjadi salah satu momentum penting dalam membentuk generasi muda yang cerdas, santun, dan berakhlakul karimah. (bilqies qurrati ayun)
