”A firm faith will not be shaken by the storm of trials, because it is rooted in a heart that only fears the Creator”
“(Iman yang kokoh tidak akan goyah oleh badai ujian, karena ia berakar di hati yang hanya takut kepada Sang Pencipta)”
Di bawah terik matahari Makkah, sebuah batu besar menindih dada Bilal bin Rabah. Namun, lisan Bilal tidak mengaduh, ia justru melantunkan kata sakti: “Ahad… Ahad!” (Allah Maha Esa).
Keimanannya adalah baja yang tak luluh oleh cambuk atau penghinaan. Bilal mengajarkan kita bahwa kemuliaan sejati bukan terletak pada kasta, melainkan pada ketulusan iman di dalam jiwa. Allah SWT berfirman,
مَن كَفَرَ بِٱللَّهِ مِنۢ بَعْدِ إِيمَٰنِهِۦٓ إِلَّا مَنْ أُكْرِهَ وَقَلْبُهُۥ مُطْمَئِنٌّۢ بِٱلْإِيمَٰنِ وَلَٰكِن مَّن شَرَحَ بِٱلْكُفْرِ صَدْرًا فَعَلَيْهِمْ غَضَبٌ مِّنَ ٱللَّهِ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ
Artinya:
“Barangsiapa yang kafir kepada Allah sesudah dia beriman (dia mendapat kemurkaan Allah), kecuali orang yang dipaksa kafir padahal hatinya tetap tenang dalam beriman (dia tidak berdosa), akan tetapi orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran, maka kemurkaan Allah menimpanya dan baginya azab yang besar.“(Qs.An-Nahl: 106)
Ayat ini mengisyaratkan kelapangan bagi mereka yang dipaksa kufur namun hatinya tetap tenang dalam keimanan.
Ibnu Katsir menjelaskan bahwa Allah memberikan keringanan bagi hamba-Nya yang disiksa secara fisik, selama fondasi tauhid di hatinya tetap teguh dan tidak berubah sedikit pun.
Dalam hadis, dari Anas ibn Malik berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda,
….. إِنَّمَا الصَّبْرُ عِنْدَ الصَّدْمَةِ الْأُولَى
Artinya:
_……. ‘Sesungguhnya kesabaran (yang hakiki) adalah saat pukulan pertama (musibah itu terjadi pertama kali)’” (HR. Al-Bukhari No. 1203 dan Muslim No. 1535)
Hadis ini menekankan pentingnya membangun kekuatan spiritual dan keimanan untuk menerima takdir Allah sejak awal datangnya cobaan, menjadikannya sebagai sarana meningkatkan ketakwaan, bukan sekadar bertahan setelah emosi mereda. hal ini seperti keteguhan Bilal saat disiksa adalah bentuk kesabaran level tertinggi.
Keteguhan Bilal bin Rabah adalah bukti bahwa tauhid adalah kekuatan pembebas. Ia bertransformasi dari seorang budak menjadi muazin pertama dalam Islam, membuktikan bahwa iman yang kokoh akan mengangkat derajat seseorang di dunia dan akhirat.
Semoga bermanfaat.
