Pemandangan tak biasa terlihat di halaman SMP Muhammadiyah 17 Surabaya (SPEMJITU) pada Kamis (24/9/2026). Seluruh siswa tampil beda dengan membawa wadah perlengkapan sekolah yang unik hasil kreasi mandiri dari bahan daur ulang.
Mulai dari kardus, sangkar burung bekas, olahan sampah plastik, hingga yang paling menyita perhatian: dandang bekas.
Aksi ini merupakan bagian dari Gerakan 1 Hari Tanpa Tas yang digagas oleh Bidang Seni Budaya dan Olahraga (ASBO) PR IPM SPEMJITU. Gerakan tersebut menjadi simbol komitmen sekolah dalam mengolah sampah menjadi produk yang bernilai guna dan estetis.

Ketua ASBO PR IPM SPEMJITU, Eliya Widjaja, menyampaikan bahwa aksi ini bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk nyata kepedulian siswa terhadap lingkungan.
“Gerakan 1 Hari Tanpa Tas adalah komitmen keluarga besar SPEMJITU untuk memanfaatkan sampah menjadi barang bermanfaat. Aksi ini bukan sekadar gaya-gayaan, melainkan bentuk nyata cinta kami pada bumi,” ujarnya.
Wakil Kepala Urusan Kesiswaan, Ayubnurcholiq, S.Pd., menjelaskan bahwa agenda ini merupakan bagian dari rangkaian Kegiatan Tengah Semester (KTS) usai pelaksanaan Sumatif Tengah Semester (STS) Ganjil Tahun Ajaran 2026/2027. Kegiatan ini juga menjadi tindak lanjut dari aksi Green and Clean serta Fit Daur Ulang yang digelar dua hari sebelumnya.

“Kami ingin memastikan nilai-nilai peduli lingkungan tidak berhenti di satu kegiatan saja, tetapi menjadi budaya dan kebiasaan sehari-hari para siswa,” tutur pria yang juga mengajar mata pelajaran Seni Budaya tersebut.
Sebagai penutup, seluruh siswa melakukan kirab di lingkungan pemukiman sekitar sekolah sebelum akhirnya memamerkan karya mereka di halaman. Suasana keceriaan mewarnai aksi tersebut; para siswa tampak percaya diri memamerkan tas buatan sendiri sambil saling mengapresiasi kreasi temannya.
Kegiatan ini tak hanya melatih kreativitas, tetapi juga menumbuhkan kesadaran pentingnya menekan volume sampah. Melalui gerakan ini, SPEMJITU kembali menegaskan komitmennya sebagai sekolah yang unggul secara akademik sekaligus peduli pada pembentukan karakter peserta didik, sejalan dengan slogan sekolah: “Sekolah Karakter“. || purwanto
