Gerakan Keilmuan Pembebasan Baitul Maqdis: SUMU Fasilitasi Pertemuan Strategis Prof. El-Awaisi dan Fadli Zon

 Gerakan Keilmuan Pembebasan Baitul Maqdis: SUMU Fasilitasi Pertemuan Strategis Prof. El-Awaisi dan Fadli Zon
www.majelistabligh.id -

Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) memfasilitasi pertemuan strategis antara Prof. Dr. Abdul Fattah El-Awaisi, akademisi terkemuka asal Palestina sekaligus pelopor kajian Ilmu Pembebasan Baitul Maqdis, dengan Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, yang berlangsung di Museum Nasional Indonesia, Jakarta.

Pertemuan ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Saladin Camp: Daurah Ilmiah Pembebasan Baitul Maqdis, sebuah program pembinaan dan pendidikan strategis yang diinisiasi SUMU sebagai wujud komitmen dakwah dan intelektual dalam mendukung perjuangan rakyat Palestina.

Dalam dialog tersebut, Prof. El-Awaisi — yang telah lebih dari empat dekade meneliti strategi pembebasan Baitul Maqdis — menegaskan pentingnya sinergi global, khususnya peran dunia Islam dan Indonesia, dalam mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina secara ilmiah, strategis, dan beradab.

Salah satu wujud konkret kolaborasi tersebut ialah penerbitan buku “Rencana Strategis Pembebasan Masjid Al-Aqsa” oleh Suara Muhammadiyah. Dalam kesempatan itu, Prof. El-Awaisi menyerahkan buku tersebut secara simbolis kepada Fadli Zon untuk kemudian diteruskan kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

“Pengalaman saya selama mengikuti Saladin Camp menunjukkan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang paling siap memimpin persiapan keilmuan menuju pembebasan Baitul Maqdis,” ungkap Prof. El-Awaisi, Rabu (22/10)

Menanggapi hal tersebut, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif SUMU menghadirkan forum intelektual seperti Saladin Camp, yang memadukan nilai ilmu, iman, dan kemanusiaan dalam satu visi peradaban.

“Kami tengah mengembangkan gagasan pendirian Museum Palestina–Indonesia, yang diharapkan menjadi pusat pembelajaran sejarah dan budaya kedua bangsa,” ujarnya.

Selain itu, Fadli Zon juga membuka peluang kerja sama riset antara akademisi Indonesia dan Palestina terkait sejarah hubungan serta solidaritas kedua negara, sebagai bagian dari upaya memperkuat diplomasi kebudayaan Indonesia di tingkat internasional.

Pertemuan ini menegaskan komitmen Muhammadiyah, melalui SUMU, dalam membangun gerakan ekonomi, sosial, dan intelektual yang berpihak pada kemanusiaan dan keadilan global.

Melalui program Saladin Camp, SUMU telah melahirkan lebih dari 1.000 alumni yang tersebar di seluruh Indonesia. Program ini menanamkan nilai-nilai ilmiah dan spiritual mengenai pentingnya persiapan intelektual umat Islam dalam perjuangan pembebasan Baitul Maqdis, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pelopor diplomasi moral dan kemanusiaan di dunia Islam. (soleh)

 

Tinggalkan Balasan

Search