Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Al Iskandariyah merupakan organisasi kemahasiswaan Muhammadiyah yang berada di Fakultas Sains Teknologi Dan Pendidikan (FSTP) Universitas Muhammadiyah Lamongan (Umla)
Pada awal berdirinya, Pimpinan Komisariat di Umla bernama PK IMM Ibnu An-Nafis, yang kemudian pada tahun 2020 dimekarkan menjadi dua komisariat bernama PK IMM Ibnu An-Nafis yang beranggotakan dari Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) dan PK IMM Al Iskandariyah yang beranggotakan dari Fakultas Sains Teknologi Dan Pendidikan (FSTP) dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB).
Pada tahun 2023, PK IMM Al Iskandariyah dimekarkan kembali bernama PK IMM Ibnu Taimiyah yang beranggotakan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB).
Bergerak pada Fakultas Sains Teknologi Dan Pendidikan (FSTP) yang saat ini mempunyai 5 program studi, antara lain: S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), S1 Teknik Komputer, S1 Teknik Industri, S1 Fisika Biologi dan S1 Informatika Medis.
Arah gerak Pimpinan Komisariat IMM Al Iskandariyah periode 2024/2025 ialah :
1. Menciptakan gerakan-gerakan yang menjadi ciri khas PK IMM Al Iskandariyah. Periode 2024/2025 ini berada dalam lingkup Fakultas Sains Teknologi dan Pendidikan, dimana mayoritas kader merupakan mahasiswa yang memiliki basic pendidikan. Sehingga hal tersebut mendorong kader dalam menciptakan gerakan-gerakan dalam ranah pendidikan yang dapat bermanfaat bagi masyarakat luas. Serta dalam bidang sains teknologi dalam upaya kebermanfaat yang lebih luas untuk sekitar. Dengan ini menjadikan ciri khas PK IMM Al Iskandariyah.
2. Pengembangan intelektualitas pimpinan, anggota dan kader. Pengembangan intelektualitas dilakukan melalui forum dan diskusi yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan mengenai isu ideologi IMM hingga berbagai isu keagamaan, sosial dan politik. Dengan hal tersebut diharapkan terbentuknya individu yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki pemahaman yang mendalam tentang tanggungjawab sosial dan kepemimpinan sehingga akan memperkuat peran IMM dalam mencipatakan perubahan yang positif.
3. Membangun personal branding PK. Dalam meningkatkan visibilitas dan pengaruh organisasi, PK mengambil langkah strategis melalui digitalisasi dengan cara lebih inovatif dalam memanfaatkan media sosial khususnya instagram. Penyajian konten-konten yang mencerminkan nilai-nilai IMM maupun konten lainnya akan memperkuat identitas organisasi dimata publik.
Visi Kepemimpinan pada periode ini adalah “Sinergitas SDM Melalui Rekontruksi Ikatan” dengan
semboyan khasnya yang menjadi spirit organisasi ialah “Berkarya nyata, lillahi ta’ala”.
Visi Organisasi yang dijadikan roadmaps adalah menjadi ikatan yang mencintai ilmu pengetahuan, bermanfaat untuk masyarakat, dan menegakkan keseimbangan dengan semangat fastabiqul khairat yang berlandaskan Al Qur’an dan As Sunnah.
Nama PK IMM Al Iskandariyah sendiri merujuk nama tempat di Mesir yang terkenal dengan sebutan Alexandria. Pernah menjadi pusat ilmu pengetahuan di dunia pada abad ketiga masehi. Lalu merujuk nama tokoh Iskandar Zulqarnain. Seorang raja saleh yang kisahnya ada di Surah Al Khafi. Sang penahluk dunia yang menguasai wilayah dari ujung barat hingga timur. Beliau juga telah membangun tembok besi dari serangan ya’juj dan ma’juj. Spirit nama itu menjadi semangat tersendiri bagi pengurus dan anggota serta menjadi kebanggaan akan nama besar organisasi. (moch. muzaki)
