Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPP IMM) menggelar Green Youth Leader Camp 2.0, selama tiga hari, 25 – 27 Juli 2025. Kegiatan di Balai Pelatihan dan Pengembangan SDM LHK Wilayah III Rumpin, Bogor itu menjadi salah satu agenda nasional penting dalam membangun kembali relasi antara pemuda dan tanggung jawab ekologis.
Ketua Panitia Nasional Green Youth Leader Camp 2.0 Hakiki Pagan menyampakan, kegiatan ini menjadi penggabungan dua agenda utama, yakni Rapat Koordinasi Nasional Gerakan Penanaman 2 Juta Pohon dan Pelatihan Kepemimpinan Ekologis untuk Kader IMM Seluruh Indonesia
“Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) dihadiri oleh unsur pimpinan DPP IMM, ketua bidang lingkungan dari 34 provinsi, serta perwakilan IMM cabang-cabang strategis. Dalam forum ini, peserta merumuskan roadmap aksi penanaman pohon yang berfokus pada keberlanjutan, keterlibatan masyarakat, dan pemetaan zona rawan krisis ekologis,” jelasnya.

Sementara itu, Green Youth Leader Camp 2.0 bertujuan mencetak generasi pemuda IMM yang tak hanya paham tentang masalah iklim, tetapi juga memiliki keterampilan advokasi, komunikasi publik, dan jejaring untuk menggerakkan kampanye pelestarian di tingkat lokal hingga nasional.
Menariknya, kegiatan ini juga mencerminkan komitmen bersama antara DPP IMM dan Kementerian Kehutanan (Kemenhut). Dalam beberapa sesi, hadir perwakilan teknis dari Kemenhut yang memberikan pelatihan langsung mengenai peta kawasan rawan kritis, pemilihan jenis pohon endemik, serta strategi pengawasan pasca tanam.
Kolaborasi ini membuktikan bahwa IMM telah diakui sebagai mitra strategis pemerintah dalam penguatan kapasitas kepemudaan bidang lingkungan.
“Gerakan ini bukan hanya tentang menanam pohon, tetapi membangun mentalitas hijau kader IMM. Kami bersyukur, Kemenhut mendukung penuh konsolidasi nasional ini, sehingga seluruh cabang IMM akan bekerja dengan basis data dan strategi yang terukur,” ujarnya.
Dengan selesainya agenda ini, IMM kini memiliki peta kekuatan gerakan lingkungan yang sistematis dan berbasis struktur organisasi. Green Youth Leader Camp 2.0 menjadi titik tolak penting dalam menghubungkan gerakan sosial-ekologis pemuda dengan arah pembangunan nasional yang berkelanjutan. (*/tim)
