Guru Pelita Sepanjang Masa

*) Oleh : M. Mahmud
Ketua PRM Kandangsemangkon Paciran Lamongan Jawa Timur
www.majelistabligh.id -

Ungkapan “Guru pelita sepanjang masa” adalah sebuah metafora yang sangat indah. Ia menggambarkan guru sebagai cahaya yang tak pernah padam, penerang jalan bagi murid-muridnya, bahkan ketika zaman berganti.

Makna filosofisnya: Pelita → simbol cahaya, penerang dalam kegelapan, guru menyalakan akal dan hati. Sepanjang masa → peran guru tidak terbatas waktu, ilmu dan teladan mereka terus hidup dalam diri murid. Guru sebagai pewaris nabi → dalam tradisi Islam, guru bukan sekadar pengajar, tetapi pembimbing fitrah, penjaga nilai, dan penghubung manusia dengan makna hidup.

Refleksi Qur’ani:

اَللّٰهُ وَلِيُّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا يُخْرِجُهُمْ مِّنَ الظُّلُمٰتِ اِلَى النُّوْرِۗ

“Allah adalah pelindung orang-orang yang beriman. Dia mengeluarkan mereka dari aneka kegelapan menuju cahaya (iman).” (QS. Al-Baqarah: 257).

Guru menjadi perantara cahaya itu dalam kehidupan sehari-hari. Guru sebagai pelita yang menyalakan benih fitrah, agar tumbuh menjadi pohon yang berbuah kebaikan.

Peran guru tidak dapat sepenuhnya digantikan oleh teknologi. Teknologi bisa menjadi alat bantu yang luar biasa, tetapi guru tetap memiliki fungsi unik sebagai teladan, motivator, dan pembimbing fitrah yang tidak bisa direplikasi oleh mesin.

Mengapa Guru Tidak Tergantikan

Dimensi manusiawinya, guru bukan hanya penyampai informasi, tetapi juga mentor, inspirator, dan teladan. Kehadiran guru memberi sentuhan emosional, kasih sayang, dan nilai moral yang tidak bisa digantikan oleh algoritma.

Di sisi pembentukan karakter, teknologi dapat menyajikan materi, tetapi tidak bisa menanamkan nilai, akhlak, dan kebijaksanaan hidup. Guru berperan sebagai pelita yang menyalakan fitrah murid agar tumbuh menjadi pribadi berakhlak.

Dalam Konteks sosial, guru memahami kondisi murid secara personal. Latar belakang keluarga, emosi, bahkan potensi tersembunyi. Teknologi bekerja dengan data, tetapi tidak memiliki empati.

Peran Teknologi dalam Pendidikan

Sebagai media akses informasi; teknologi mempercepat distribusi ilmu, membuka akses ke sumber belajar global, dan memungkinkan pembelajaran jarak jauh. Penggunaannya menciptakan efisiensi; AI, platform daring, dan otomasi membantu guru mengelola kelas, menilai tugas, dan menyediakan materi interaktif. Teknologi media kolaborasi; memfasilitasi komunikasi lintas batas, memperkaya pengalaman belajar dengan multimedia, simulasi, dan gamifikasi.

Relasi Guru dan Teknologi

• Guru sebagai navigator: Teknologi adalah kompas digital, tetapi guru adalah nahkoda yang menentukan arah perjalanan murid.
• Guru sebagai filter: Di era banjir informasi, guru membantu murid memilah mana yang benar, relevan, dan bermanfaat.
• Guru sebagai penguat makna: Teknologi bisa menjawab “apa” dan “bagaimana”, tetapi guru menjawab “mengapa”—pertanyaan mendasar tentang tujuan hidup dan nilai.

Refleksi Mendalam

• Guru adalah pelita sepanjang masa → cahaya yang menuntun generasi.
• Teknologi adalah cermin → memantulkan informasi, tetapi tidak memberi arah.
• Murid adalah benih → tumbuh subur bila mendapat cahaya (guru) dan air (teknologi).

Jadi, teknologi bukan pengganti, melainkan mitra. Guru tetap inti dari pendidikan, karena pendidikan bukan sekadar transfer ilmu, melainkan transformasi manusia. (*)

Tinggalkan Balasan

Search