Hadiri Milad ke-2 dan Halalbihalal PPI Abdul Malik Fadjar, Ketua PWM: Dia Sosok Inspiratif dan Teladan

Hadiri Milad ke-2 dan Halalbihalal PPI Abdul Malik Fadjar, Ketua PWM: Dia Sosok Inspiratif dan Teladan
www.majelistabligh.id -

Suasana halalbihalal di aula Pondok Pesantren Internasional (PPI) Abdul Malik Fadjar, Malang, Jawa Timur, pada Sabtu (28/3/2026) mendadak hening saat Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur  Prof Dr dr Sukadiono, MM, mengenang sosok (Alm) Abdul Malik Fadjar.  Menurut Prof Suko, sosok Abdul Malik Fadjar merupakan salah satu guru dan teladan yang ia kagumi saat menapaki mengelola Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura).

Diceritakannya, pengalaman berinteraksi secara intens dengan Abdul Malik Fadjar, salah satu tokoh Muhammadiyah, yang juga pernah menjabat sebagai Menteri Pendidikan Nasional RI (2001–2004) di era Presiden Megawati ini, menjadi catatan penting dalam perjalanan kepemimpinan di lingkungan perguruan tinggi.

Momen tersebut bermula ketika ia mendapat amanah sebagai Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya pada akhir 2012. Sejak awal menjabat, setiap awal bulan Februari, Pak Malik rutin hadir memberikan arahan, inspirasi, dan motivasi kepada para dosen. Forum tersebut bukan sekadar pertemuan formal, tetapi menjadi ruang berbagi gagasan dan menanamkan mimpi besar bagi kemajuan institusi.

“Beliau selalu mengajak kami untuk berani bermimpi besar. Mimpi itu tidak boleh kecil, karena masa depan harus diperjuangkan dengan visi yang besar,” kenangnya.

Dalam setiap pertemuan, pesan yang terus diulang adalah pentingnya menjaga kebersamaan. Konflik, menurut beliau, hanya akan menguras energi dan menghambat kemajuan.

“Jangan pernah bertengkar, jangan pernah konflik. Kalau energi habis untuk itu, kapan kita berpikir mengembangkan usaha dan memajukan amal usaha?” begitu pesan yang selalu disampaikan.

Semangat persatuan itu terbukti dalam berbagai dinamika yang dihadapi, khususnya pada masa reformasi. Pada masa-masa penuh tantangan seperti era reformasi jtu, beliau tampil sebagai mediator dan fasilitator, menyatukan berbagai perbedaan demi tujuan bersama.

“Saat ada persoalan, beliau hadir sebagai penengah. Tidak pernah ada konflik yang dibiarkan berlarut. Semua diselesaikan dengan dialog dan semangat ukhuwah,” ungkapnya.

Prof Suko ingat betul, saat ditanya mimpinya sebagai Rektor Unmuh Surabaya, salah satu mimpi besar yang akhirnya terwujud adalah berdirinya Fakultas Kedokteran. Cita-cita tersebut tidak lahir dalam ruang hampa, melainkan melalui proses panjang, kerja keras, dan konsistensi dalam membangun lingkungan yang kondusif.

“Beliau selalu memotivasi bahwa perjuangan itu harus nyata. Lingkungan harus disiapkan, SDM diperkuat, dan mimpi itu diwujudkan dengan langkah konkret,” tuturnya.

Begitu berpengaruhnya (alm) Abdul Malik Fadjar bagi Suko dalam perjalanannya sebagai rektor, sosok almarhum sampai mempunyai tempat tersendiri dalam perilaku kehidupan sosial keagamaannya.

“Saya itu tiap salaman tidak pernah mencium tangan orang yang saya ajak salaman, tapi kalau ketemu almarhum Pak Malik itu saya pasti mencium tangannya,” ucapnya dengan terbata-bata menahan isak tangis.

Bagi Suko, sosok (alm) Abdul Malik Fadjar bukan hanya pemimpin, melainkan guru kehidupan. Keteladanan dalam membangun komunikasi, menyatukan perbedaan, dan menanamkan visi besar menjadi inspirasi yang terus membekas.

“Beliau adalah guru kami. Setiap hari berinteraksi selalu ada inspirasi baru yang disampaikan. Itu yang membuat kami terus belajar dan bergerak,” pungkasnya. (abdul wahab)

 

 

Tinggalkan Balasan

Search