Pagi ceria terlihat di Aula SD Muhammadiyah 1 Turi (SD Musari), agenda Halalbihalal bertajuk “Saling memaafkan Merajut Silaturrohim, Menguatkan Kebersamaan” menjadi momentum spirit pasca Ramadan. Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Sabtu (4/4/2026) dihadiri oleh ratusan orang, terdiri dari Pimpinan Cabang Muhammadiyah Turi, Pimpinan Cabang Aisyiyah Turi, Dikdasmen, Dewan guru SD Musari, Dewan guru PAUD TK ABA Turi, seluruh wali murid dan siswa SD Musari.
Menghadirkan Ustadz Dr Piet Hizbullah Khaidir, S.Ag, M.A, sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah Lamongan, menjadikan suasana lebih hidup. Beliau mengajak untuk tema kajian dijadikan hingga implementasi teknis. “Iman haruslah menjadi gerakan nyata dan diimplementasikan secara strategis hingga teknis,”ujarnya.
Ustadz Piet juga menegaskan tentang pentingnya pendidikan dan memberikan tips agar pendidikan di SD musari lebih meningkat dan memberikan dampak nyata.
Roni Zuzun, selaku Ketua Dikdasmen mengatakan, kegiatan ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan sebagai sarana untuk saling memaafkan dan mempererat kebersamaan.
“Dalam perjalanan kita berkomunikasi sehari-hari, tentu tidak terlepas dari kesalahan, baik dalam ucapan maupun perbuatan. Oleh karena itu, kegiatan halal bi halal ini penting untuk terus kita laksanakan,” jelasnya.
“Alhamdulillah, saat ini sekolah telah berjalan selama empat tahun dan terus mengalami perkembangan, baik dari segi sarana maupun prasarana. Kami berharap ke depan sekolah ini mampu memberikan pelayanan yang lebih baik kepada siswa, sehingga dapat meningkatkan kenyamanan serta jumlah peserta didik,” imbuhnya.
Pada kesempatan ini, Roni juga bersyukur dapat menghadirkan Ustadz Piet dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Lamongan. “Kami berharap sekolah ini terus berkembang dan mampu memberikan pelayanan terbaik, tidak hanya di Turi tetapi juga di wilayah sekitarnya,” tutupnya.
Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Turi, H. Sapuwan, SPd mengatakan, Bulan Syawal memiliki makna peningkatan. Artinya, setelah kita melaksanakan ibadah di bulan Ramadan, hendaknya kita mampu melanjutkan dan meningkatkan amal ibadah tersebut di bulan Syawal.
“Jangan sampai kebaikan yang telah dilakukan justru berkurang atau hilang. Ibadah seperti membaca Al-Qur’an, salat malam, infaq, dan sedekah harus tetap dijaga dan ditingkatkan,” tegasnya.
“Semoga apa yang kita peroleh di bulan Ramadan membawa ziyadatul khair atau bertambahnya kebaikan, sebagaimana dalam Surah Ibrahim ayat 7. Perjuangan kita dalam memajukan pendidikan masih panjang. Sekolah ini yang telah berjalan empat tahun perlu terus dikembangkan agar jumlah siswa semakin bertambah. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama dari seluruh pihak, baik sekolah, wali murid, maupun organisasi,” imbuhnya.
“Kita juga menyadari bahwa tanpa pertolongan Allah, kita tidak dapat melakukan apa pun. Maka dari itu, mari kita terus bersyukur dan menjaga kebersamaan. Semoga Muhammadiyah di Turi semakin berkembang dan membawa kebaikan bagi umat,” tutupnya.
Agenda ditutup dengan makan bersama “Gado-gado” hasil masakan bersama wali murid SD Musari, menambah suasana kebersamaan dan kerukunan. (moch.muzaki)
