Program Teacher Exchange 2025 yang digagas Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) SD/MI Muhammadiyah Kota Surabaya mulai dijalankan, 22-26 September 2025. Sejumlah guru SD Muhammadiyah 14 Surabaya (Mupalas) mengajar di di SD Muhammadiyah 15 Surabaya (SDM Limas).
Adalah Ustazah Indah Susanti Purnama P SPd mengajar di kelas 2 Orchid dan Ustaz Muhaimin SPd mengajar di kelas 4 Utsman bin Affan.
“Kami diterima dengan penuh kehangatan dan ramah sehingga kami seperti saudara yang lama baru jumpa kembali, semoga di kemudian hari, kita tetap bisa bersilaturahim dan saling berbagi bertukar pikiran sebagai guru hebat yang dirindukan murid-muridnya,” ungkap Ustazah Indah saat dijumpai usai mengajar di ruang kelas 2 Orchid SDM Limas.

Demikian pula yang disampaikan oleh Ustazah Ajeng Ratna Yuliandari SKM sebagai tim teaching mengajar di kelas 2 Orchid SDM Limas.
“Alhamdulillah Ustazah Indah dari SDM Mupalas cukup ramah dan baik dalam menyampaikan materi di hadapan murid kelas 2 Orchid, sehingga mereka antusias dan semangat dalam proses pembelajaran yang berlangsung satu minggu ini, semoga ke depannya pertukaran guru atau Teacher Exchange tetap bisa eksis dan berkelanjutan,” seru Ajeng, panggilan akrabnya.
Sementara itu, Ustaz Muhaimin SPd menyambut gembira program pertukaran guru tersebut, apalagi semangat para siswa saat dia mengajar sangat tinggi.
“Kami senang sekali bisa mengikuti kegiatan seperti ini, anak-anak kelas 4 Utsman bin Affan yang kami ajar cukup enerjik dan semangat belajarnya tinggi, mereka saat diberi materi pelajaran tertib dan saat diberi pertanyaan langsung berebut menjawab,” jelasnya.
Pada saat istirahat, Ustaz Muhaimin yang gemar bersahabat ini langsung akrab dengan temen-temen guru di ruang guru SDM Limas. Pria asli Nganjuk ini bercerita panjang lebar menjadi guru di SDM Mupalas, mereka saling bersahutan, dan saling tukar pengalaman selama mengajar sambil diselingi guyonan.
Disisi lain, Ustaz Mationo MA sebagai Kepala Sekolah SDM Limas saat dijumpai kontributor di ruang kepala sekolah memberikan respons positif terhadap kegiatan Teacher Exchange.
“Ini akan semakin kuat memperkokoh persatuan dan kesatuan sesama pejuang guru yang berada di bawah naungan organisasi Muhammadiyah, semoga ke depannya kegiatan seperti tetap menjadi program yang bisa dilaksanakan, sehingga antar guru dari sekolah yang berbeda bisa menambah wawasan dan pengalaman terbaru yang bisa diterapkan di sekolah asal,” tegas Ustaz Yono. (ali shodiqin)
