Harapan Pasca Ramadan

Harapan Pasca Ramadan
*) Oleh : Ubaidillah Ichsan, S.Pd. K. Mdy
Tapak Suci Putra Muhammadiyah (TSPM) Pimda 030 Jombang
www.majelistabligh.id -

​”If Ramadan is a school, then the days after are the real test. Hopefully we will graduate with the title of God-fearing servant.”
“(Jika Ramadan adalah sekolah, maka hari-hari setelahnya adalah ujian yang sesungguhnya. Semoga kita lulus dengan predikat hamba yang bertakwa)”

​Indikator diterimanya amal Ramadan adalah ketika seseorang merasa lebih ringan untuk melakukan ketaatan berikutnya. Untuk memastikan tarbiyah Ramadan membekas, jaga lima pilar amalan ini secara konsisten:

​1. Puasa Sunah Syawal

​Sebagai wujud syukur dan transisi agar jiwa tidak “terkejut” kembali ke rutinitas dunia. Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ
“Barang siapa yang berpuasa Ramadan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.” (HR. Muslim No.1164).

​2. Menjaga Kedekatan dengan Al-Qur’an

​Jangan biarkan mushaf kembali berdebu. Fokuslah pada kualitas tadabur dan istiqamah. Allah SWT berfirman:
أَوْ زِدْ عَلَيْهِ وَرَتِّلِ ٱلْقُرْءَانَ تَرْتِيلًا
“...Dan bacalah Al-Qur’an itu dengan perlahan-lahan (tartil).” (QS. Al-Muzzammil: 4).

​3. Sedekah Rutin sebagai Gaya Hidup

​Kedermawanan tidak boleh bersifat musiman, melainkan menjadi jaring pengaman spiritual. Allah SWT berfirman,
ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ فِى ٱلسَّرَّآءِ وَٱلضَّرَّآءِ
“(Yaitu) orang-orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit…” (QS. Ali ‘Imran: 134).

​4. Menghidupkan Malam dengan Tahajud

​Ritme tarawih adalah modal untuk menjaga qiyamulail demi meraih tempat terpuji. Allah SWT berfirman,
وَمِنَ ٱلَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِۦ نَافِلَةً لَّكَ عَسَىٰٓ أَن يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُودًا
“…mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.” (QS. Al-Isra: 79).

​5. Kedewasaan dalam Berinteraksi

​Syawal adalah bulan peningkatan. Kesalehan ritual harus berbanding lurus dengan kesalehan sosial, terutama dalam menjaga lisan dan sikap. Rasulullah SAW bersabda,
مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِى أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ

Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta malah mengamalkannya, maka Allah tidak butuh dari rasa lapar dan haus yang dia tahan.” (HR. Bukhari no. 1903).

Jadilah hamba Allah di setiap waktu, bukan sekedar hamba “Ramadaniah”. Amalan kecil yang istiqamah adalah jembatan keselamatan di akhirat kelak.

Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Search