Kehangatan ukhuwah Islamiyah terpancar nyata dari Kampung Al Firdaus, Desa Sitirejo, Kecamatan Wagir Kabupaten Malang. Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Sitirejo melalui Majelis Tabligh berkesempatan menjamu rombongan PCNU Magetan yang hendak mengikuti Mujahadah Kubro Harlah 100 Tahun Nahdlatul Ulama (NU) di Stadion Gajayana, Kota Malang, Jumat (7/2/2026).
Sebanyak 15 orang rombongan PCNU Magetan diterima dan difasilitasi untuk transit sekaligus menginap di Gedung Dakwah Kampung Al Firdaus. Meski dengan fasilitas yang sederhana, suasana kekeluargaan dan persaudaraan terasa hangat. Bagi PRM Sitirejo, kehadiran saudara-saudara dari NU bukan sekadar tamu, melainkan bagian dari ikatan iman yang sama.
Ketua PRM Sitirejo Wagir, Jemi Anggara, S.PdI, MPd menegaskan, momentum ini menjadi refleksi indah tentang makna persaudaraan umat Islam.
“Momentum ini menjadi bukti bahwa ukhuwah Islamiyah jauh lebih besar daripada sekat-sekat perbedaan. Kita dipertemukan dalam bingkai kalimat yang sama: lā ilāha illallāh, dipersatukan oleh cinta kepada Islam, dan disatukan dalam semangat membangun umat. Semoga perjumpaan ini semakin menguatkan persaudaraan dan mempererat jalinan kebersamaan antar elemen umat Islam,” ujarnya.
Ia menambahkan, Gedung Dakwah Kampung Al Firdaus diharapkan terus menjadi wasilah kebaikan, ruang silaturahim, serta ladang amal jariyah bagi para muhsinin yang telah berkontribusi dalam proses pembebasan dan pengelolaannya.
Apresiasi juga datang dari warga NU setempat. Yudi, Ketua RT yang juga pengurus NU di daerah tersebut, menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan kepada PRM Sitirejo.
“Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada PRM Sitirejo yang telah menyediakan tempat transit bagi peserta Harlah NU ke-100 dari Magetan. Ini contoh nyata persaudaraan Islam yang menyejukkan,” tuturnya.
Sementara itu, perwakilan dari PCNU Magetan juga menyampaikan salam hangat dan rasa syukur atas sambutan yang penuh kekeluargaan dari Kampung Al Firdaus.
Perjumpaan sederhana ini menjadi potret indah Islam yang ramah, inklusif, dan berkemajuan—bahwa perbedaan jam’iyah bukan alasan untuk berjauhan, melainkan peluang untuk saling menguatkan. Kampung Al Firdaus pun kembali menegaskan dirinya sebagai rumah persaudaraan, rumah dakwah, dan rumah keberkahan bagi umat. Salam hangat dari Kampung Al Firdaus Wagir. (angga adi prasetya – kontributor malang)
