Otoritas Umum Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi kini resmi mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan tenaga manusia untuk menjaga kebersihan kawasan sekaligus memandu ibadah para jemaah.
Langkah ini menandai era baru pengelolaan Dua Masjid Suci yang makin modern, terintegrasi, dan berbasis data tanpa mengesampingkan peran petugas lapangan.
Dilansir dari IQNA dan Ajel.sa, Sabtu (26/9/2026), sterilisasi dan pembersihan kawasan Masjid Nabawi dilakukan secara menyeluruh beberapa kali dalam sehari. Tim khusus berskala nasional mengerahkan peralatan listrik, alat manual, serta cairan pembersih ramah lingkungan untuk menyisir interior, pilar, lantai marmer pelataran, fasilitas umum, hingga area parkir.
“Untuk memaksimalkan operasional di tengah tingginya arus jemaah, robot berteknologi AI turut dikerahkan di area pelataran,” tulis Ajel.sa.
Perangkat ini dikendalikan melalui sistem panel terintegrasi dan dilengkapi kamera navigasi cerdas yang mampu mendeteksi serta memetakan jalur otomatis untuk menghindari rintangan maupun jemaah di sekitarnya.
Penerapan AI tidak hanya berhenti pada sektor kebersihan. Pemerintah Arab Saudi juga mulai mengarahkan teknologi ini untuk mendampingi jemaah secara langsung saat beribadah melalui fitur Digital Mutawwif di aplikasi Nusuk.
Memanfaatkan AI spasial, Digital Mutawwif mampu mendeteksi lokasi, pergerakan, dan konteks perjalanan jemaah secara real-time. Layanan cerdas ini memberikan arahan rute dan pemilihan lantai yang optimal, menghitung putaran tawaf serta sai secara otomatis, hingga menampilkan panduan doa yang relevan di setiap tahapan ibadah.
Respon jemaah terhadap inovasi ini tergolong masif. Hanya dalam kurun waktu satu bulan, layanan Digital Mutawwif telah digunaka lebih dari 2 juta kali, dengan lebih dari 1,4 juta jemaah berhasil menyelesaikan rangkaian tawaf dan sai secara digital.
Sinergi antara petugas manusia, robot pembersih, dan navigasi AI ini membentuk ekosistem pelayanan terpadu. Pendekatan ini menjadi strategi krusial Arab Saudi dalam mempersiapkan Dua Masjid Suci menghadapi lonjakan jemaah global sepanjang tahun, sekaligus meningkatkan efisiensi layanan secara berkelanjutan. (*/tim)
