Jika Allah menghendaki kebahagiaan bagi hambaNya, maka Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan menjadikan jiwa hamba tersebut berbahagia dengan hidayah.
Sehingga nampak tanda-tanda kebahagiaan ketika dia melakukan tobat kepada Allah dan kembali kepada Allah, lalu menangisi apa yang telah dia lakukan berupa dosa dan kemaksiatan. Dia akan meminta kepada Allah ampunan dan maghfirah-Nya.
Allah pun akan memperbaiki keadaannya dan akan menggantikan perbuatan dan ucapannya dengan kebaikan. Sehingga kunci kebahagiaan adalah kembali kepada Allah.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
“Barangsiapa yang Allah inginkan Hidayah kepadanya, maka Allah akan melapangkan dadanya untuk menerima Islam” (QS. Al-An’am: 125)
Pastikan diri kita memiliki hati yang lembut. Lisan yang baik dan santun. Karena tabiat indah itulah menjadi sebab mudah turunnya kasih dan sayang Allah Subhanahu Wa Ta’ala pada diri kita.
Ketika kita memiliki hati yang bersih, hati yang tenang, hati yang jauh dari suudzon kepada orang lain, hati yang tidak keras terhadap saudara yang ada didekatnya. Selalu menjaga perasaan dan harga diri saudara saat kita berbicara kepada mereka. Maka inilah yang akan mengundang turunnya rahmat dan keberkahan.
“Sesungguhnya perkara yang lebih berat di timbangan amal bagi seorang Mukmin adalah akhlak yang baik. Dan Allah tidak menyukai orang yang berbicara keji dan kotor” (HR. At Tirmidzi)
Karena itu sungguh, jagalah akhlak kita terhadap saudara kita. Agar rahmat Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan turun sepanjang usia kehidupan kita.
In syaa Allah bermanfaat, silakan dishare untuk meraih pahala amal jariyah || fimdalimunthe55@gmail.com ; ismirzaf@gmail.com
