Hidup Ini Hanya Sebentar

www.majelistabligh.id -

*)Oleh: Sigit Subiantoro
Anggota Majelis Tabligh PDM Kabupaten Kediri

Sebuah ungkapan yang mengingatkan bahwa kehidupan di dunia ini hanyalah sementara. Ungkapan ini sering digunakan untuk menyadarkan manusia, agar tidak terlena dengan kesenangan duniawi, dan lebih mempersiapkan diri untuk kehidupan akhirat yang kekal.

Kesadaran akan keterbatasan waktu, menyadarkan, bahwa waktu yang kita miliki di dunia ini terbatas, sehingga penting untuk memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya. Karena hidup di dunia hanyalah sementara, fokus utama seharusnya adalah mempersiapkan diri untuk kehidupan akhirat yang kekal.

Dengan menyadari bahwa hidup itu singkat, kita diharapkan menghindari perilaku yang sia-sia dan lebih fokus pada hal-hal yang bermanfaat. Hidup yang singkat ini juga seharusnya membuat kita lebih bersyukur atas segala nikmat yang telah diberikan, daripada selalu merasa kurang. Terlalu fokus pada perbandingan dengan orang lain dalam hal materi, hanya akan membuat kita tidak mensyukuri apa yang sudah kita miliki, dan bisa menjauhkan kita dari kebahagiaan.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَمَا هٰذِهِ الْحَيٰوةُ الدُّنْيَاۤ اِلَّا لَهْوٌ وَّلَعِبٌ ۗ وَاِ نَّ الدَّا رَ الْاٰ خِرَةَ لَهِيَ الْحَـيَوَا نُ ۘ لَوْ كَا نُوْا يَعْلَمُوْنَ

“Dan kehidupan dunia ini hanya senda gurau dan permainan. Dan sesungguhnya negeri akhirat itulah kehidupan yang sebenarnya, sekiranya mereka mengetahui.”
(QS Al-‘Ankabut: 64)

Jadi, ungkapan, “hidup hanya sebentar”, bukan berarti kita harus bersedih atau putus asa. Sebaiknya, ungkapan ini seharusnya menjadi motivasi untuk menjalani hidup dengan lebih bijak, bersyukur, dan mempersiapkan diri untuk kehidupan yang kekal di akhirat.

Barakallahu fiikum. (*)

Tinggalkan Balasan

Search