Hidup Itu Memilih, Berani Memulai Berani Bertanggungjawab

Hidup Itu Memilih, Berani Memulai Berani Bertanggungjawab
*) Oleh : Ubaidillah Ichsan, S.Pd. K. Mdy
Tapak Suci Putra Muhammadiyah (TSPM) Pimda 030 Jombang
www.majelistabligh.id -

​”Choose your path, start your journey, and complete your task”
“(Pilih jalanmu, mulai langkahmu, dan tuntaskan tugasmu)”

​Hidup memang penuh jalan bercabang. Kita bebas memilih mau melangkah ke mana saja, tapi ingat, kita tidak bisa lari dari hasilnya. Setiap keputusan kecil yang kita ambil hari ini adalah bibit yang akan kita panen nantinya.

Jadi, jangan asal pilih hanya karena ikut-ikutan atau cari gampangnya saja. Pikirkan matang-matang, karena pada akhirnya, kita sendirilah yang akan menanggung konsekuensinya. Allah SWT berfirman,
إِنْ أَحْسَنتُمْ أَحْسَنتُمْ لِأَنفُسِكُمْ ۖ وَإِنْ أَسَأْتُمْ فَلَهَا
Artinya:
Jika kamu berbuat baik, (berarti) kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri. Dan jika kamu berbuat jahat, maka (kerugian) itu untuk dirimu sendiri.” (Qs. Al-Isra: 7).

​Pada ayat ini Allah SWT menegaskan bahwa dampak dari setiap pilihan kita sebenarnya kembali ke diri kita sendiri. Kebaikan akan berbuah ketenangan, sedangkan keburukan hanya akan membawa kerugian bagi pelakunya.

​Dalam hadis, dari Syaddad bin Aus berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda:
الكَيِّسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ وَعَمِلَ لِمَا بَعْدَ الْمَوْتِ، وَالعَاجِزُ مَنْ أَتْبَعَ نَفْسَهُ هَوَاهَا وَتَمَنَّى عَلَى اللهِ
Artinya:
Orang cerdas adalah orang yang rendah diri dan beramal untuk kehidupan setelah kematian, dan orang lemah adalah orang yang mengikutkan dirinya pada hawa nafsunya dan berangan-angan atas Allah. (HR. Imam Tirmidzi No. 2459 dan Ibnu Majah No. 4260)

Hadis ini menyatakan bahwa orang cerdas ialah yang mampu mengendalikan hawa nafsu (menghisab diri) dan beramal saleh sebagai bekal kehidupan abadi setelah kematian. Kecerdasan sejati dalam Islam bukan sekadar kepintaran intelektual, melainkan kesadaran untuk mempersiapkan diri menghadapi akhirat dengan melakukan ketaatan serta menjauhi larangan-Nya.

Jadi, ​Kebebasan memilih adalah anugerah, tapi tanggung jawab adalah kewajiban. Orang bijak bukan yang tidak pernah salah pilih, tapi yang selalu mempertimbangkan rida Tuhan dalam setiap langkahnya.

Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Search