Surah Ar-Ra’d ayat 11.
Allah berfirman:
ۗاِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَنْفُسِهِمْۗ وَاِذَآ اَرَادَ اللّٰهُ بِقَوْمٍ سُوْۤءًا فَلَا مَرَدَّ لَهٗ ۚوَمَا لَهُمْ مِّنْ دُوْنِهٖ مِنْ وَّالٍ
Artinya: Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka. Apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, tidak ada yang dapat menolaknya, dan sekali-kali tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia.
Tafsir dan Makna
* Malaikat penjaga manusia: Ayat ini menjelaskan bahwa setiap manusia memiliki malaikat yang bergiliran menjaga dari depan dan belakang, sesuai perintah Allah.
* Prinsip perubahan: Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum (misalnya dari nikmat menjadi sengsara, atau sebaliknya) kecuali mereka sendiri yang mengubah keadaan batin dan amal mereka.
* Sunnatullah: Jika suatu kaum berbuat maksiat, nikmat bisa dicabut. Sebaliknya, jika mereka memperbaiki diri, Allah akan menurunkan rahmat-Nya.
* Ketetapan Allah tak tertolak: Bila Allah menghendaki keburukan menimpa suatu kaum karena dosa mereka, tidak ada yang bisa menolak atau melindungi mereka selain Allah.
Inti Kandungan
* Ikhtiar manusia adalah kunci: Motivasi dan doa penting, tetapi perubahan nyata bergantung pada usaha memperbaiki diri.
* Kolektifitas: Ayat ini berbicara tentang kaum, bukan hanya individu. Perubahan sosial menuntut kesadaran bersama.
* Keseimbangan antara usaha dan takdir: Usaha manusia membuka jalan, sementara hasil akhir tetap dalam kuasa Allah.
Mengapa kata-kata motivasi terasa berbeda dari kenyataan?
* Motivasi bersifat ideal: ia menyoroti kemungkinan terbaik, bukan kondisi riil yang penuh keterbatasan.
* Teori bersifat abstrak: ia menyusun kerangka logis, tapi hidup sehari-hari penuh variabel tak terduga.
* Realitas penuh ujian: sakit, kehilangan, kegagalan, dan keterbatasan membuat hidup jauh dari “poster motivasi.”
Namun, ada nilai dari motivasi dan teori
* Sebagai kompas: meski hidup tak seindah kata-kata, motivasi memberi arah agar kita tidak tersesat.
* Sebagai pengingat: teori membantu kita memahami pola, meski praktiknya butuh kesabaran.
* Sebagai bahan refleksi: keduanya bukan jaminan, tapi bisa jadi bahan bakar untuk tetap bergerak.
Ayat yang tadi kita bahas (Ar-Ra’d: 11) menegaskan bahwa perubahan tidak datang hanya dari kata-kata, melainkan dari usaha nyata: “Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.”
Artinya, motivasi dan teori hanyalah pintu masuk; yang menentukan adalah langkah kecil yang konsisten.
Cara Menyikapi
* Jangan menolak motivasi, tapi gunakan sebagai pengingat, bukan jaminan. Anggap ia seperti pelita kecil di jalan gelap: memberi cahaya, tapi kita tetap harus melangkah hati-hati.
* Terima realitas dengan sabar. Hidup memang tidak selalu indah, tapi bisa bermakna. Nilai hidup bukan diukur dari kesempurnaan, melainkan dari kebermanfaatan.
* Gabungkan teori dengan praktik: teori memberi kerangka, praktik memberi pengalaman. Keduanya saling melengkapi. (*)
